Dari Minsk ke New Orleans, Potas Belarus Diekspor ke Amerika Serikat

Reporter : Redaksi
Ekspor potas Belarusian Potash Company ke Amerika Serikat

Pengiriman potas dari Belarus pertama ke Amerika Serikat (AS) dalam empat tahun terakhir sedang menuju New Orleans; pengiriman sebanyak 30.000 ton ini menjadi sinyal politik dan komersial yang signifikan.

Menurut Financial Times, Belarusian Potash Company memuat 30.000 ton muriate of potash (MOP) berbentuk butiran ke kapal milik perusahaan Kepulauan Marshall di pelabuhan Bronka, Rusia (St. Petersburg), pada 15 September 2026. Data Kpler menunjukkan bahwa kargo tersebut diperkirakan akan dibongkar di pelabuhan New Orleans, Louisiana, pada 14 Oktober 2026.

Antara tahun 2017 dan 2021, Belarus mengekspor rata-rata 635.000 ton potas ke Amerika Serikat setiap tahunnya, menurut data Argus. Perdagangan tersebut terganggu setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap potas Belarus pada tahun 2021, menyusul tindakan keras Presiden Alexander Lukashenko terhadap protes pro-demokrasi.

Washington mulai melonggarkan sanksi terhadap industri potas Belarus pada Desember 2025 sebagai bagian dari kesepakatan lebih luas yang terkait dengan pembebasan tahanan politik. Pengiriman ini menjadi ujian apakah diplomasi dapat mewujud dalam bentuk aliran pasokan pupuk.

Amerika Serikat mengimpor 5,6 juta ton potas tahun lalu, dengan Kanada menyumbang hampir 80�ri total impor potas Amerika Serikat. Kargo sebesar 30.000 ton memang tidak dapat menggantikan pasokan Kanada, namun hal ini menghadirkan opsi tambahan.

Pada bulan September 2026, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang mengupayakan "kesepakatan besar" untuk membeli pupuk dari Belarus dan mengklaim bahwa biaya impor dari Belarus akan "jauh lebih rendah" dibandingkan pasokan Kanada. Ironisnya, meskipun Belarus mungkin menawarkan harga pupuk yang lebih murah di tempat asal, biaya untuk mendatangkannya ke Amerika Serikat melibatkan perhitungan yang berbeda.

Sanksi Uni Eropa melarang Belarus menggunakan pelabuhan Klaipėda di Lituania—jalur tercepat menuju laut—sehingga ekspor terpaksa dialihkan melalui rute yang lebih mahal dan memutar melintasi Rusia. Pertanyaannya adalah apakah harga tersebut tetap kompetitif setelah biaya pengangkutan, rute, dan risiko diperhitungkan dalam total biaya pengiriman. 

Lukashenko menyatakan bahwa seluruh produksi potas Belarus untuk tahun 2026 sudah terikat kontrak, sehingga sulit untuk meningkatkan volume ekspor ke Amerika Serikat secara cepat tanpa mengalihkan arus perdagangan yang sudah ada. Hal ini menyisakan sedikit ruang bagi lonjakan pasokan ke AS secara tiba-tiba, bahkan jika Washington menginginkan lebih banyak pasokan.

Oleh karena itu, pengiriman ini menjadi ujian pasar—menguji aspek logistik, keekonomian pengiriman, minat Washington untuk menjalin hubungan lebih erat dengan Minsk, serta kemampuan Belarus untuk kembali menguasai pasar utama.

Bagi Kanada, meskipun Amerika Serikat mungkin masih sangat bergantung pada pasokan potas Kanada, kini Washington memiliki opsi alternatif. Bagi Belarus, ini adalah peluang untuk membuka kembali pasar yang dulunya menyerap 635.000 ton per tahun. 

Sementara bagi Amerika Serikat, daya tariknya terletak pada diversifikasi pasokan yang lebih luas, mengingat ketersediaan pupuk global yang semakin terbatas serta pentingnya faktor harga di tengah konflik Timur Tengah dan ancaman penutupan Selat Hormuz.

Volume kargo ini hanya sebesar 30.000 ton dibandingkan dengan total impor Amerika Serikat tahun lalu yang mencapai 5,6 juta ton, namun sinyal politik yang ditimbulkannya jauh lebih besar daripada volume fisiknya. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru