Vladimir Putin kini menawarkan pupuk sebagai bagian dari pendekatan ekonominya kepada Donald Trump. Dalam pembicaraan dengan utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff, di St. Petersburg, presiden Rusia tersebut menyatakan bahwa Moskow dapat memasok pupuk mineral ke pasar Amerika Serikat dalam “jumlah besar”.
Waktunya sangat krusial. Para petani Amerika Serikat tengah menghadapi tingginya biaya input, sementara harga bahan bakar diesel telah menjadi masalah politik yang membebani Donald Trump menjelang pemilihan paruh waktu bulan November 2026. Washington sebelumnya telah berpaling ke Moskow untuk mendapatkan pasokan bahan bakar. Kini, pupuk pun turut masuk dalam pembahasan.
Baca juga: Tantangan Presiden Amerika Serikat Membuka Jalur Potas Lithuania
Kirill Dmitriev, utusan khusus Putin untuk investasi dan kerja sama ekonomi, juga menyoroti potensi pasokan pupuk Rusia dalam membantu para petani Amerika Serikat.
Reaksi pasar pun langsung terlihat. Menurut media keuangan Rusia, saham PhosAgro naik hingga 3,2%, sementara saham Acron meningkat hingga 2,9% setelah pernyataan Putin tersebut.
Angka-angka yang ada menjelaskan daya tariknya. Berdasarkan data S&P Global, Amerika Serikat mengimpor 4,20 juta ton urea antara Januari hingga Juli 2026, dengan 1,487 juta ton di antaranya berasal dari Rusia—mencakup sekitar 35,4�ri total impor.
Baca juga: Donald Trump Rebranding Artificial Intelligence Menjadi Super Intelligence
Rusia tidak berniat memasuki pasar yang asing baginya. Sebaliknya, mereka menawarkan perluasan hubungan pasokan yang memang sudah diandalkan oleh sektor pertanian Amerika Serikat.
Sementara itu, kesepakatan terkait bahan bakar diesel telah melampaui sekadar retorika: kapal tanker pertama Rusia yang membawa 40.000 ton bahan bakar dijadwalkan berangkat pada 22 Oktober 2026, dengan pengiriman-pengiriman selanjutnya yang juga telah diumumkan. Putin menyebutkan bahwa pengumuman mengenai pasokan diesel ini bertepatan dengan penurunan harga diesel global sebesar 5–6%.
Bagi Eropa, situasi politik ini terasa canggung. Di saat pemerintah-pemerintah Eropa terus menekan Moskow terkait konflik di Ukraina, Washington justru menjalin kesepakatan komersial dengan Kremlin demi mengatasi tekanan ekonomi di dalam negerinya sendiri.
Baca juga: Amerika Serikat Buat Kesepakatan dengan Denmark Kendalikan Greenland
Ironinya sangat nyata: negara yang coba diisolasi oleh Washington justru mungkin membantu menekan biaya agar sektor pertanian Amerika Serikat tetap produktif.
Satu catatan penting: tawaran pupuk dari Putin belum menjadi kontrak baru yang pasti. Belum ada pengumuman mengenai tambahan tonase, harga, maupun jadwal pengiriman. Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah apakah iktikad baik secara politik tersebut akan benar-benar terealisasi dalam bentuk pengiriman kargo pupuk. (*)
Editor : S. Anwar