Pucuk pimpinan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gunungkidul resmi dijabat oleh AKBP Rosana Albertina Labobar. Dia menggantikan AKBP Damus Asa yang dirotasi menjadi Kapolres Pacitan.
Serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) di Markas Polres Gunungkidul..Sertijab ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1878/VIII/KEP/2026 tertanggal 30 Agustus 2026.
Baca juga: Daftar Kapolda dan Perwira Tinggi Polri yang Dimutasi oleh Kapolri Suyudi
Serah terima jabatan (sertijab) dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih beserta jajaran forum komuniasi pimpinan daerah (Forkopimda), para pejabat utama Polres Gunungkidul, Kapolsek jajaran Polres Gunungkidul, perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh personel Polres Gunungkidul dan perwakilan Bhayangkari Cabang Gunungkidul.
AKBP Rosana Albertina Labobar mengucapkan terima kasih atas penyambutan hangat sekaligus memberikan apresiasi kepada Kapolres Gunungkidul sebelumnya beserta seluruh personel atas kerja keras menjaga kondusivitas wilayah Gunungkidul selama masa jabatan sebelumnya.
“Saya datang bukan untuk membawa perubahan secara mendadak, melanjutkan semua hal baik yang sudah dibangun sebelumnya,” ujar AKBP Rosana Albertina Labobar.
AKBP Rosana Albertina Labobar menyadari bahwa sebagai pendatang baru, ia perlu mengenal lebih dekat karakter masyarakat Gunungkidul, sehingga sudah mulai mempelajari bahasa Jawa dan kebiasaan lokal melalui percakapan dengan para lurah dan dukuh di sejumlah desa.
AKBP Rosana menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dilakukan hanya oleh pihak kepolisian saja.
“Polri Bersama Masyarakat, maka sinergi antara Polres, pemerintah daerah, TNI, tokoh‑tokoh setempat, dan seluruh warga adalah fondasi utama agar Gunungkidul tetap aman, nyaman, dan kondusif ,” tegasnya.
Tidak cuma itu, AKBP Rosana Albertina Labobar juga berkomitmen akan memperkuat program pembinaan masyarakat, patroli rutin di wilayah rawan konflik dan rawan bencana, serta memperhatikan keluhan‑keluhan kecil yang disampaikan warga di tingkat desa dan kelurahan.
Perwira menengah Polri asal Tanimbar, Maluku, ini juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh personel Polres Gunungkidul. Ia mengajak semua anggota untuk menjaga disiplin, integritas, dan kerendahan hati saat bertugas di tengah masyarakat.
“Jangan hanya menjadi petugas yang menegakkan aturan, tetapi juga menjadi pendengar yang baik bagi warga. Tunjukkan bahwa kita hadir untuk melayani, bukan hanya untuk mengawasi,” ucap AKBP Rosana Albertina Labobar.
Ia berharap seluruh jajaran siap bekerja sama membangun program‑program kepolisian yang dekat dengan kehidupan sehari‑hari masyarakat Gunungkidul, termasuk perhatian terhadap wilayah‑wilayah perbukitan yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Untuk mengimplementasikan program Kapolri dan Kapolda Yogyakarta tentang Polisi Bersama Masyarakat, AKBP Rosana Albertina Labobar merumuskan sebuah konsep, yaitu "Polres Gunungkidul Ngopeni, yang artinya, Ngerti, Ngayomi, Ngabdi".
Ngopeni : bukan sekadar menjaga, Ngopeni berarti merawat, memperhatikan, memahami, melindungi dan bertanggungjawab dengan sepenuh hati. Sesuatu yang diopeni bukan hanya dijaga agar tidak rusak, tetapi juga dirawat agar tumbuh menjadi lebih baik.
Ngerti : Yaitu Polisi yang memahami keadaan, mendengarkan aspirasi, mengenali persoalan, serta menghormati nilai dan budaya masyarakat.
Ngayomi : yaitu Polisi yang melindungi dan memberikan keteduhan.yanb menghadirkan rasa aman, perlindungan, kepastian dan keadilan.
Ngabdi: yaitu Polisi yang bekerja dengan ketulusan, dan menempatkan tugas sebagai amanah, dan pelayanan sebagai kehormatan.
AKBP Rosana Albertina Labobar menuturkan bahwa ukuran keberhasilan Polri bukan hanya pada berapa banyak perkara yang diselesaikan, tetapi juga berapa banyak persoalan yang dapat dicegah, berapa banyak masyarakat yang merasa terbantu, dan seberapa besar kepercayaan publik yang dapat dibangun.
Baca juga: Jajaran Perwira Polres Lamongan Lakukan Serah Terima Jabatan
Di bagian akhir sambutan, AKBP Rosana Albertina Labobar menyampaikan permohonan dukungan dan masukan dari seluruh pihak.
“Saya siap bekerja bersama‑sama dengan Bupati, Forkopimda, seluruh jajaran Polres, dan masyarakat Gunungkidul. Saya akan berusaha memberikan pengabdian terbaik selama dipercaya menjabat di sini,” tutupnya.
Rekam Karir
Di balik kepemimpinannya yang ramah dan humanis, AKBP Rosana Albertina memiliki rekam jejak lapangan yang sangat tangguh di bidang reserse. Namanya sempat menjadi sorotan nasional saat tergabung dalam tim elite yang berhasil membongkar sindikat penyelundupan narkotika jaringan internasional, termasuk keterlibatan krusialnya dalam pengungkapan kasus raksasa sabu seberat 1 ton di Anyer, Banten.
Atas keberanian, dedikasi, dan loyalitas tanpa batas dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika, berbagai penghargaan tertinggi telah dianugerahkan kepadanya :
- Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) (2017): Catatan sejarah sebagai satu-satunya Polwan perwira lulusan Taruni Akpol yang sukses meraih penghargaan tersebut.
- Pin Emas Ibu Presiden (2019).
- 3 Pin Emas Kapolri atas berbagai prestasi penegakan hukum dan dedikasi luar biasa.
- Predikat Polwan Terbaik Sespim Polri Angkatan 63 (2023).
Baca juga: Serah Terima Jabatan Kasat dan Kapolsek di Polres Gresik Dipimpin AKBP Rama
Teruji dari Ibu Kota hingga Perairan Nusantara
Sebelum dipercaya memegang kendali kepemimpinan di Bumi Handayani, AKBP Rosana Albertina telah teruji di berbagai medan penugasan paling dinamis, mulai dari wilayah metropolitan hingga perairan nasional. Sejumlah posisi strategis yang pernah diembannya antara lain :
- Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara (Polda Sulawesi Utara).
- Wakasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.
- Kapolsek Tanjung Duren (Polres Metro Jakarta Barat).
- Kapolsek Tambora (Polres Metro Jakarta Barat).
- Kapolsek Menteng (Polres Metro Jakarta Pusat, Wilayah Ring 1 Ibu Kota).
Dalam setiap kepemimpinannya, AKBP Rosana Albertina dikenal memadukan ketegasan operasional dengan pendekatan yang merangkul. Tak hanya duduk di balik meja, ia kerap turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga serta merespons cepat aduan masyarakat demi memastikan situasi tetap kondusif.
Di tengah pesatnya perkembangan kawasan pariwisata dan karakteristik unik wilayah pedesaan Gunungkidul, kepemimpinan AKBP Rosana Albertina Labobar diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik yang cepat dan selalu dekat dengan masyarakat. (*)
Editor : S. Anwar