Tahun 2009. Prajurit Amerika Serikat, Lindy England diwawancara oleh Associated Press AP. "Saya tidak menyesal atas apa pun yang saya lakukan di Penjara Abu Ghraib," ungkap Lindy England.
Pada tahun 2003, terbongkar skandal Penjara Abu Ghraib di Irak yang mengguncang dunia. Bocor foto-foto pelanggaran keji dan tidak bermoral yang dialami tahanan Irak oleh tangan prajurit Amerika, dan Lindy England adalah salah satu prajurit paling menonjol yang muncul dalam foto-foto tersebut.
Baca juga: Sembilan Sasaran Prioritas Operasi Zebra Candi 2023 di Polda Jateng
Lindy England muncul dalam beberapa foto bersama pacarnya saat itu, saat ia menyiksa dan merendahkan martabat tahanan Irak, mengacungkan tanda kemenangan di depan sekelompok tahanan telanjang, dan foto lain di mana ia memegang tali yang melilit leher seorang tahanan Irak yang telanjang.
Setelah kasus ini menjadi isu publik, Lindy England diadili dan dihukum secara simbolis penjara selama 3 tahun, dan dibebaskan setelah hanya menjalani satu setengah tahun di penjara.
Setelah dibebaskan, Lindy England menerbitkan buku yang sukses besar, di mana ia membela tindakannya dan menuduh militer Amerika Serikat menutupi banyak kejahatan lainnya, serta bahwa ia hanyalah pion di tangan sistem yang korup.
Dan bahwa para perwira tinggi yang memerintahkannya untuk memotret dan melakukan pelanggaran, serta bahwa ia hanya mengikuti perintah. Ia menolak citra yang digambarkan media tentangnya, dengan mengatakan :
"Mereka mengira saya adalah penyiksa jahat itu. Saya bukan seperti itu."
Dan menambahkan bahwa orang-orang tidak menyadari bahwa ia hanya berada di foto itu selama sepersekian detik saja!!
Kemudian Lindy England kembali dengan pernyataan yang lebih provokatif. Dimana ia membela metode penghinaan yang digunakan terhadap para tahanan, dan mengatakan bahwa apa yang dialami orang Irak itu "tidak ada artinya" dibandingkan dengan apa yang dilakukan para militan terhadap orang Amerika!!
Editor : Bambang Harianto