KH Abuddarda’ (Abu Darda) Sebaneh adalah seorang ulama legendaris dan tokoh sufi terkemuka dari Pulau Madura. Beliau dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Al Aziziyah Sebaneh (sekarang juga dikenal sebagai Pondok Pesantren/Ponpes Sebaneh Assalafi) yang terletak di Bancaran, Kabupaten Bangkalan.
Catatan sejarah mengenai biografi dan kiprah perjuangan beliau meliputi poin-poin penting berikut :
Asal-usul dan Latar Belakang
KH Abuddarda’ (Abu Darda) hidup pada masa keemasan penyiaran Islam tradisional di Madura barat. Nama beliau sering ditulis sebagai KH Abuddarda', merujuk pada nama sahabat Nabi terkemuka, Abu Darda'. Sebagai ulama lokal, figur beliau melekat erat dengan nama wilayah tempat pengabdiannya, yaitu Sebaneh, sebuah perkampungan di Kelurahan Bancaran, Kabupaten Bangkalan.
Merintis Pesantren Tertua di Bangkalan (1784)
Karya monumental terbesar KH Abuddarda’ adalah mendirikan Pesantren Al-Aziziyah Sebaneh pada tahun 1784. Berdirinya pesantren ini menjadikannya salah satu pilar pendidikan Islam paling awal di Madura, bahkan berdiri jauh sebelum era kemerdekaan Indonesia.
Melalui pesantren ini, KH Abuddarda’memelopori pengajaran kitab-kitab kuning (turats), ilmu tauhid, fikih, serta ilmu-ilmu tasawuf guna membimbing spiritualitas masyarakat Madura kala itu.
Kedekatan dengan Kesultanan Bangkalan
Sebagai ulama berpengaruh, KH Abuddarda’memiliki kedudukan yang sangat terhormat di mata pihak birokrasi keraton. Kompleks pesantren yang beliau bangun tersebut berdiri di atas tanah wakaf pemberian langsung dari Sultan Cakraningrat (Sultan Bangkalan). Hubungan harmonis antara umara (pemerintah kesultanan) dan ulama ini mempermudah perluasan dakwah Islam di wilayah tersebut tanpa hambatan politis.
Karakteristik Dakwah dan Warisan
KH Abuddarda’ dikenal masyarakat sebagai ulama yang berwibawa, penuh zuhud, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Beliau tidak hanya mengajarkan syariat Islam, melainkan juga menanamkan kemandirian hidup dan nilai-nilai kegotongroyongan bagi para santri yang datang dari berbagai penjuru Madura.
Hingga saat ini, warisan perjuangannya terus dilestarikan oleh para dzurriyat (keturunan) KH Abuddarda’, dan Pondok Pesantren Sebaneh tetap berdiri kokoh sebagai salah satu rujukan pendidikan pesantren salaf di Bangkalan. (*)
Editor : S. Anwar