Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Prosedur Standard yang Perlu Diperhatikan

Reporter : Redaksi
Kapal Virgo Transport 8

Mengikuti berita musibah Kapal Virgo Transport 8, saya jadi teringat waktu saya bekerja di Bula, Pulau Seram sebagai Kepala Lapangan (Citic Seram Energy Ltd). Sebagai orang dengan jabatan tertinggi di seluruh operasi, saya juga membawahi operasi pelabuhan. Semua kapal, termasuk kapal tongkang (LCT) yang akan berlayar, harus mendapatkan surat perintah berlayar dari saya. 

Semua persiapan biasanya sudah dilakukan oleh awak kapal dan Superintendent Logistic dan anak buahnya.

Baca juga: 7 Ribu Kendaraan Masuk Tol Cikampek Menuju Jakarta

Meskipun demikian, sebelum tandatangan surat perintah berlayarnya, saya akan sempatkan diri untuk datang ke kapal. Sekedar melihat dan merasakan bahwa persiapan sudah dilakukan dg baik dan kapal layak berlayar. 

Biasanya saya hanya akan bertanya tanya tentang lay-out penempatan muatan yang berat berat. Saya juga ingin melihat bahwa lashing (pengikatan beban ke dek) sudah dilakukan deng baik dan barang barang terikat dengan baik. Saya hanya akan menandatangani surat itu setelah menyaksikan dan puas dengan apa yang saya lihat (memang belum pernah terjadi kekurangan, tetapi saya tetap harus tanggung jawab dan datang ke kapal)?

Waktu saya bekerja untuk Enterprise Oil tahun 1990, yang beroperasi di lepas pantai Bawean, saya juga mendapatkan traning tentang perkapalan yang perlu saya ketahui sebelum bertugas. Di situ saya juga tahu bahwa :

1. Distribusi beban harus diusahakan seimbang. 

2. Semua beban yang berat wajib di lashing / diikat ke dek kapal agar tidak bergerak. Laut yang bergelombang akan akibatkan beban bergeser ke salah satu sisi. Beban yang sudah berpindah, tidak selalu bisa bergerak lagi ke arah sebaliknya. Kalau kapal miring, maka keadaan akan makin miring lagi.

3. Beban beban yang berat wajib ditaruh dibawah untuk menjaga agar kapal tetap stabil dan tidak mudah terbalik akibat gelombang yg kecil.

4. Khusus untuk memuat cargo di kapal tangker (FSO), beban harus dijaga terdistribusi dengan baik. Kalau beban hanya di depan dan belakang, kapal akan gembung di tengah (hogging) dan bisa mengakibatkan robek dan patah. Demikian juga kalau beban hanya di tengah tetapi kosong di depan dan belakang kapal akan cekung di tengah (sagging). Bahayanya sama. Kapal tanker di dalamnya terdiri dari berbagai ruangan untuk menjaga kestabilan kapal. Jangan sampai kapal miring dan tidak bisa balik normal lagi.

5. Ketika menghadapi cuaca yang tidak bersahabat, maka semua pintu pintu baja harus tetap tertutup (dibuka hanya untuk keluar dan masuk) dan di kunci dengan baik. Kuncinya dioperasikan dengan memutar handel seperti stir mobil.

6. Lubang lubang ventilasi di dek juga harus ditutup untuk mencegah masuknya air laut yang naik ke dek akibat ombak besar. 

7. Semua penempatan cargo di kapal harus diawasi oleh "Load Master" yang berwenang dan tidak bisa di intimidasi oleh siapapun. Dia punya gambar lay-out dan beban dari setiap cargo.

Saya tidak tahu apakah prosedur standard begitu dilakukan dengan disiplin (seperti sembahyang) setiap sebelum kapal berangkat?

Baca juga: Satlantas Polrestabes Surabaya Gelar Razia Operasi Keselamatan Semeru 2025

Awak kapal juga wajib di-training dan di awasi (supervisi) agar pekerjaan selalu dilakukan dengan disiplin dan sepenuh hati demi keselamatan bersama.

Pernah kejadian di Laut Cina Selatan, sebuah kapal pengeboran besar (drill ship) yang akan berpindah tempat. Mungkin karena dianggap perpindahannya hanya dekat, maka tidak dilakukan lashing. Akibatnya ketika kena ombak, pipa pipa berat bergulir ke satu sisi dan mengakibatkan kapal miring dan akhirnya terbalik dan tenggelam.

Demikian juga pernah kejadian satu Kapal Ferry oleng dan terbalik karena muatan sepeda motor yang cukup banyak tidak diikat pada tempatnya dengan baik. Ketika kena ombak yang kecil saja semua beban akan bergerak ke salah satu sisi dan mengakibatkan kapal miring dan makin miring sampai akhirnya terbalik dan tenggelam.

Saya menyadari bahwa mengoperasikan kapal umum akan lebih sulit. Apalagi banyak penumpang yang merasa jadi pejabat dan minta diistimewakan dan menolak mobilnya disuruh terus masuk ke bawah palka. Mereka ingin agar ketika sampai bisa paling dahulu keluar. Maklum boss. 

Padahal kapal sebesar apapun kalau beban muatannya diatas (titik beratnya tinggi) akan mudah sekali menjadi tidak stabil dan terguling. Masalahnya apakah para awak kapal berani menegur pejabat pejabat gombal yang merasa hebat (meskipun mereka kemungkinan besar juga tidak ada jasanya bagi bangsa ini).

Dalam menjaga kesetimbangan kapal, ada 2 titik pusat yang perlu diperhatikan. Yang satu adalah pusat daya apung (center of bouyancy), yang satu lagi pusat titik berat (center of gravity). Pusat titik berat harus dijaga jauh dibawah titik apung. Jarak kedua titik itu harus diusahakan lebih besar dari tinggi ombak yang diperkirakan akan terjadi. Kalau perlu dengan mengisi tangki ballast dengan air laut.

Sebaiknya kejadian kapal tenggelam ini diselidiki dengan baik. Ombak yang terjadi yang dilaporkan tidaklah terlalu besar. Kapal seukuran itu harusnya tidak bermasalah menghadapi gelombang segitu. 

Penyelidkan perlu dilakukan. Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi mengambil pelajaran agar tidak terulang lagi dikemudian hari.

Syahbandar sebelum keluarkan izin berlayar, apakah dia atau anak buahnya ada yang datang ke kapal dan periksa bahwa pemuatan cargo sudah sesuai dengan standard?

Dalam menjaga kesetimbangan kapal, ada 2 titik pusat yang perlu diperhatikan. Yang satu adalah pusat daya apung (center of bouyancy), yang satu lagi pusat titik berat (center of gravity). Pusat titik berat harus jauh di bawah titik apung. Jaraknya harus lebih besar dari tinggi ombak yang diperkirakan akan terjadi. Kalau perlu dengan mengisi tangki ballast dengan air laut.

Ada yang bilang seakan akan sikap yang bagus seorang pimpinan mau lihat pekerjaan anak buah di lapangan. Saya percaya betul bahwa semua pekerjaan yang perlu dikerjakan sudah dilakukan oleh anak buah saya.

Saya ke lapangan hanya memastikan bahwa itu sudah dilakukan dengan baik. Menurut saya, itu juga cara menghargai pekerjaan anak buah dengan menganggap semua pekerjaan mereka penting dan layak mendapatkan perhatian. (*)

*) Source : Mustafa Husin Baabad

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru