Badan Karantina Tolak 647 Ton Porang Iris Kering

Reporter : Redaksi
Kontainer isi porang

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melakukan penolakan terhadap pemasukan porang iris kering ('dried konjac chips') asal Myanmar dengan volume total sebanyak 647 ton yang akan masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

"Tindakan karantina berupa penolakan kami lakukan terhadap 647 ton porang iris kering asal Myanmar, karena belum melalui proses analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan (AROPT). Ini berlaku untuk semua komoditas tumbuhan yang baru pertama kali akan masuk ke Indonesia," ungkap Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Bambang, di Jakarta, pada Jumat (10/1/2025).

Baca juga: Cabai Beku dari Yogyakarta Diekspor ke Jepang

Bila belum melalui proses AROPT, Bambang menjelaskan, komoditas tidak dapat dijamin keamanan pangannya dan tidak dapat diidentifikasi risiko OPTK-nya. AROPT merupakan proses yang sangat penting dalam upaya mitigasi risiko organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dari negara asal.  (*Anhar)

Baca juga: PT Sumber Tani Barokah Indonesia Ponorogo Tertipu Jual Beli Porang

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru