SABIC AN Ekspansi untuk Memproduksi Urea ke Arab Saudi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
SABIC AN
SABIC AN
grosir-buah-surabaya

SABIC Agri-Nutrients (SABIC AN) tengah melanjutkan rencana ekspansi besar-besaran untuk fasilitas produksi amonia dan urea miliknya di Jubail, Arab Saudi. SABIC Agri-Nutrients memilih teknologi Purifier dari KBR untuk pabrik amonia single-train baru berkapasitas 3.500 metrik ton per hari (MTPD).

Fasilitas ini diperkirakan akan memproduksi 1,2 juta metrik ton amonia setiap tahunnya serta mendukung ekspansi produksi urea SABIC AN di Kerajaan Arab Saudi tersebut dan memperkuat rantai pasok nitrogen secara lebih luas.

Berdasarkan kontrak tersebut, KBR akan menyediakan lisensi teknologi, desain rekayasa dasar (basic engineering design), serta peralatan khusus dan katalis, sembari bekerja sama dengan kontraktor EPC Samsung E&A untuk mengintegrasikan paket teknologi tersebut secara langsung ke dalam pelaksanaan proyek.

Saat ini, SABIC AN memiliki kapasitas produksi urea sebesar 4,8 juta ton per tahun. Strategi ekspansinya dirancang untuk meningkatkan angka tersebut menjadi 7,4 juta ton per tahun—menambah kapasitas sebesar 2,6 juta ton per tahun, atau sekitar 54�ri kapasitas yang ada saat ini.

Penambahan kapasitas urea sebesar 2,6 juta ton per tahun ini sangatlah penting mengingat arus perdagangan global dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ekonomi produksi, biaya energi, biaya angkut, ketersediaan regional, dan perubahan pola ekspor. Ekspansi kapasitas di Arab Saudi ini semakin memperkuat posisi negara tersebut sebagai pemasok utama pupuk nitrogen di pasar internasional.

KBR menyatakan bahwa konfigurasi teknologi Purifier miliknya dirancang untuk menghasilkan intensitas karbon yang lebih rendah per ton amonia dibandingkan dengan desain proses konvensional. Seiring dengan upaya produsen untuk menyeimbangkan antara biaya dan kinerja emisi, keunggulan tersebut kini menjadi faktor penting dalam pertimbangan investasi.

Skala proyek ini juga sangat signifikan bagi KBR. Perusahaan menyebutnya sebagai salah satu pabrik amonia dengan lisensi terbesar di Arab Saudi sekaligus lisensi amonia terbesar dari segi kapasitas yang pernah mereka peroleh di wilayah Timur Tengah dan Afrika. Proyek ini juga merupakan kontrak pabrik amonia single-train berskala besar kedua yang diperoleh KBR untuk tahun 2026, menyusul proyek pabrik berkapasitas 3.430 MTPD di Amerika Latin. Perusahaan menyatakan bahwa teknologi amonia miliknya telah diterapkan di lebih dari 260 fasilitas baru (grassroots) sejak tahun 1943.

Bagi Arab Saudi, proyek ini mendukung tujuan pengembangan industri dalam kerangka Visi 2030 serta upaya memperkuat peran negara tersebut dalam ketahanan pangan dan pasar pupuk global. Bagi SABIC AN, perhitungannya jelas: kapasitas urea tahunan sebesar 4,8 juta ton merupakan titik awal, 7,4 juta ton adalah targetnya, dan langkah awal untuk mencapainya dimulai dengan produksi amonia sebesar 3.500 ton per hari.

Stuart Bradie, Presiden dan CEO KBR, mengatakan bahwa penunjukan ini menegaskan keunggulan teknologi amonia "Purifier" milik perusahaan serta kepercayaan yang diberikan oleh produsen terkemuka seperti SABIC AN kepada KBR untuk menghadirkan solusi andal berkinerja tinggi berskala dunia. 

Ia menambahkan bahwa KBR bangga dapat mendukung ambisi pertumbuhan SABIC AN, memperluas kapasitas produksi pupuk di Kerajaan tersebut, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan global.

Pesan dari Jubail sangat jelas: Arab Saudi sedang menambah kapasitas besar lainnya dalam peta masa depan industri urea, di saat pasar global tengah memperdebatkan masalah harga, ekspor, dan gangguan pasokan. (*)