Deklarasi Berumur Ribuan Tahun yang Menyatakan Yesus Adalah Tuhan
Pada tahun 2018, sebuah jimat perak kecil yang berasal dari sekitar Masehi 230 ditemukan di makam seorang pria Kristen di kota Romawi Nida, barat laut kota Frankfurt modern, Jerman. Di dalam jimat itu terdapat selembar perak tipis yang berisi inskripsi Latin sebanyak 18 baris.
Karena perak itu telah digulung selama hampir 1.800 tahun dan terlalu rapuh untuk dibuka, para peneliti menggunakan pemindaian CT resolusi tinggi untuk membukanya secara virtual dan mengungkap kata-kata di dalamnya.
Penemuan ini kini dianggap sebagai bukti definitif paling awal tentang Kekristenan di utara Pegunungan Alpen. Tidak seperti banyak jimat kuno yang mencampur berbagai agama dengan takhayul atau sihir, inskripsi ini sepenuhnya berpusat pada Yesus Kristus. Bahkan, inskripsi itu mengandung kutipan Latin awal dari Filipi 2:10–11.
Terjemahan inskripsi tersebut berbunyi: “[...] dari Santo Titus. Kudus, kudus, kudus! Dalam nama Yesus Kristus, Putra Allah! Tuhan dunia menolak dengan segenap kekuatan-Nya setiap serangan. Allah memberikan akses menuju kesejahteraan. Semoga sarana keselamatan ini melindungi orang yang menyerahkan dirinya kepada kehendak Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, sebab di hadapan Yesus Kristus setiap lutut bertelut: mereka yang di sorga, mereka yang di bumi, dan mereka yang di bawah bumi, dan setiap lidah mengaku Yesus Kristus.”
Jauh sebelum Kekristenan mendapatkan pengakuan hukum di Kekaisaran Romawi, seorang percaya yang tinggal jauh di utara Roma sudah mengaku Yesus Kristus sebagai Putra Allah dan Tuhan dunia.
Penemuan luar biasa ini menunjukkan betapa dini Injil telah menyebar dan betapa teguhnya orang Kristen pertama memegang kebenaran tentang Kristus. (*)
Editor : S. Anwar