Pasar Urea China Catatkan Pertumbuhan pada Semester 1 Tahun 2026

Reporter : Redaksi
Industri pupuk China

Industri pupuk nitrogen Tiongkok atau China mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada semester pertama (H1) tahun 2026. Namun data terbaru mengindikasikan pasar sedang memasuki fase yang lebih menantang. 

Produksi dan konsumsi meningkat, ekspor pulih secara tajam setelah musim pertanian musim semi berakhir, dan harga urea domestik secara umum tetap stabil. Pertanyaan kuncinya adalah apakah permintaan dan margin keuntungan dapat mengimbangi laju pasokan.

Baca juga: PT Pupuk Indonesia Jajaki Kemitraan Bangun Pabrik di Rusia

Menurut Asosiasi Industri Pupuk Nitrogen China, China memproduksi 39,67 juta ton urea pada H1 2026, naik 11,3 persen secara tahunan (year-on-year). Produksi amonia sintetis mencapai 41,19 juta ton (naik 6,8 persen), sementara produksi pupuk nitrogen mencapai 28,53 juta ton berdasarkan kandungan nutrisi (naik 9,4 persen).

Permintaan turut meningkat seiring dengan pasokan. Konsumsi pupuk nitrogen (konsumsi semu/apparent consumption) naik 9,9 persen secara tahunan, sedangkan konsumsi urea naik 10,1%. Ekspor amonium sulfat mencapai 10,17 juta ton, naik 15,1%. Ekspor urea melonjak 552,1% secara tahunan setelah pemenuhan pasokan untuk musim pertanian musim semi rampung, sehingga pengiriman ke luar negeri dapat kembali dilakukan secara tertib. Harga rata-rata urea domestik tercatat sebesar 1.759 Yuan/ton, yang secara umum tetap stabil.

Namun, gambaran profitabilitas menunjukkan situasi yang berbeda. Gu Zongqin, perwakilan hukum Asosiasi Industri Pupuk Nitrogen China, menyatakan bahwa laba industri pulih secara tahunan pada semester pertama, dengan margin laba penjualan mencapai 4,9%. Setelah bulan Juli, profitabilitas menurun tajam dan kembali ke tingkat tahun sebelumnya.

Baca juga: Pupuk Kyrgyzstan, Dari Importir Menjadi Calon Pemasok

Kapasitas kini menjadi isu yang lebih besar. Proyek-proyek pupuk nitrogen baru diperkirakan akan rampung dan mulai beroperasi pada semester kedua (H2) tahun 2026, yang akan mendorong total kapasitas produksi urea China melampaui 75 juta ton per tahun. Total produksi sepanjang tahun diperkirakan akan kembali mencetak rekor tertinggi, dengan penambahan kapasitas lebih lanjut yang dijadwalkan untuk tahun 2027.

Bagi pasar urea global, tren kapasitas ini merupakan hal yang penting. Peningkatan pasokan akan menambah tekanan terhadap permintaan, margin keuntungan, dan ekspor. Jika pertumbuhan kapasitas melampaui permintaan yang berkelanjutan, persaingan dapat semakin ketat dan pasar luar negeri bisa menjadi semakin penting sebagai saluran bagi kelebihan volume produksi. 

Pada saat yang sama, tahun 2026 menandai transisi kebijakan yang signifikan, seiring langkah Tiongkok beralih dari pengendalian ganda atas konsumsi energi menuju pengendalian ganda atas emisi karbon. Persyaratan ini akan meningkatkan standar bagi peningkatan teknologi, pengelolaan karbon, dan kepatuhan.

Baca juga: Aljazair dan Oman Jadikan Arzew Motor Pertumbuhan Urea dan Amonia

Prioritasnya jelas, membatasi ekspansi kapasitas yang tidak teratur, memperkuat disiplin diri dan koordinasi pasar, mempercepat inovasi teknologi, mendorong transformasi digital, serta memperkokoh ketahanan pasokan dan stabilitas harga.

Produksi urea mencapai 39,67 juta ton dalam enam bulan, sementara konsumsi meningkat 10,1�n ekspor melonjak 552,1%. Namun, dengan kapasitas yang melampaui 75 juta ton per tahun dan adanya proyek-proyek baru yang akan segera berjalan, fase berikutnya tidak hanya akan ditentukan oleh pertumbuhan produksi, melainkan juga oleh kemampuan industri dalam menjaga margin, mengelola kapasitas, memenuhi persyaratan karbon, dan mempertahankan disiplin pasar. (*)

Editor : Junaidi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru