PT Khatulistiwa Agro Serasi Sentosa Ekspor Biji Kakao ke Swiss
PT Khatulistiwa Agro Serasi Sentosa berhasil mendapatkan respons positif dari pasar Eropa melalui kegiatan ekspor perdana biji kakao nibs unroasted (biji kakao mentah pecah) sebanyak 1,5 ton ke Swiss. Pelepasan ekspor perdana ini dilaksanakan pada Sabtu (22/08/2026), serta dihadiri langsung oleh perwakilan pemerintah Kabupaten Berau dan Bea Cukai Tarakan.
Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Wahyu Budi Utomo mengungkapkan bahwa ekspor ini menjadi salah satu wujud nyata potensi komoditas daerah untuk menembus pasar internasional sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia dalam rantai perdagangan global.
Wahyu Budi Utomo menegaskan pihaknya siap mendukung ekspor komoditas kakao melalui kemudahan pelayanan ekspor, meliputi pelayanan administrasi, pelayanan fasilitas berupa Klinik Ekspor, serta pelayanan pemeriksaan fisik jika diperlukan.
“Melalui sinergi dan pendampingan dalam proses ekspor, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan asistensi kepada pelaku usaha dalam mendorong kelancaran kegiatan ekspor,” pungkasnya.
Sebelum diberangkatkan menuju negara penerima, komoditas premium biji kakao ini harus melewati serangkaian pemeriksaan ketat oleh Karantina Kalimantan Timur melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Berau.
Pemeriksaan fisik dan administratif tersebut dilakukan secara bersama-sama di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Bandara Kalimarau, Berau. Langkah ini bertujuan untuk memastikan komoditas kakao dalam kondisi sehat, bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang disyaratkan oleh negara tujuan.
Setelah seluruh proses pemeriksaan terpenuhi dan dinyatakan aman, Karantina Kaltim menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan (Phytosanitary Certificate) sebagai jaminan kualitas komoditas tersebut.
Kegiatan pemeriksaan bersama di TPFT Bandara Kalimarau ini juga disaksikan langsung oleh jumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Bea Cukai Tarakan, UPBU Kelas I Kalimarau, Asisten 1 Bupati Berau, serta Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Berau.
Pengiriman ekspor perdana ini ditangani oleh penyedia kargo PT Suryagita Nusaraya dengan memanfaatkan layanan ekspedisi internasional FedEx. Sinergi antar-instansi dan pelaku usaha ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para petani dan pengusaha lokal lainnya di Kalimantan Timur untuk terus meningkatkan kualitas produk agar semakin kompetitif di pasar dunia. (*)
Editor : S. Anwar