Tim Juri Kampung Inovator melakukan verifikasi lapangan tahap 1 di Kampung Karah Tama RT 05 RW 01, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, pada Selasa siang, 29 September 2026. Verifikasi lapangan dilakukan setelah Kampung Karah Tama RT 05 RW 01, Kelurahan Karah, lolos verifikasi administrasi yang dilaksanakan pada 20-28 September 2026.
Kehadiran Tim Juri ke Kampung Karah Tama RT 05 RW 01, Kelurahan Karah, disambut oleh Lurah Karah, Djoko Trimulyono SE MM dan Ketua RW 05, Drs W Mulyono MM, serta Ketua RT, Sudaryadi. Hadir pula dalam kesempatan tersebut ialah Mariyanto atau akrab disapa Cak Mar selaku formulator produk FEBIO Imun Booster sekaligus Owner Caxmar Production.
Baca juga: PT Satu Suku Pertanian Ekspor Daun Kelor ke Amerika Serikat
Kampung Karah Tama RT 05 RW 01, Kelurahan Karah, merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam nominasi Kampung Inovator diantara ratusan kampung di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
Kampung Inovator merupakan program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mengintegrasikan pilar lingkungan, pilar ekonomi, pilar kemasyarakatan, dan pilar sosial budaya di tingkat RW dengan melibatkan akademisi, pelaku industri kreatif, masyarakat, dan berbagai pihak.
Indikator penilaian Kampung Inovator terdiri dari 4 pilar, meliputi Pilar Lingkungan, Pilar Ekonomi, Pilar Kemasyarakatan, dan Pilar Sosial Budaya. Indikator penilaiannya sebagai berikut :
INDIKATOR PILAR LINGKUNGAN
1. Terdapat alur pengelolaan sampah yang tercatat dan tertata dengan baik ;
2. Terdapat inovasi pengelolaan sampah organik (komposter, biopori/lusida, bsf/maggot, takakura/galonkura, eco enzym, lahsamor) ;
3. Terdapat Bank Sampah ;
4. Telah melakukan pemilahan sampah rumah tangga (organik dan anorganik) ;
5. Telah terlaksana kegiatan kerja bakti lingkungan ;
6. Telah ODF (Open Defecation Free)/ Stop BABS (buang air besar sembarangan) ;
7. Tidak ditemukan jentik dalam 20 rumah per RT (Rukun Tetangga). Pada saat supervisi lapangan (Angka Bebas Jentik/ABJ) mencapai ≥95%, yaitu jumlah rumah negatif jentik. Jumlah rumah yang dikunjungi x 100%) ;
8. Terdapat Urban Farming/Tanaman Toga.
INDIKATOR PILAR EKONOMI
1. Tersedia data warga usia produktif yang belum bekerja, terverifikasi, dan termutakhir di tingkat RT/RW dan difasilitasi untuk mengikuti sosialisasi/pelatihan kewirausahaan/peluang bekerja ;
2. Prosentase jumlah UMK (Usaha Mikro Kecil) yang telah memiliki legalitas usaha (jumlah UMK yang telah memiliki legalitas usaha/jumlah UMK yang ada pada wilayah tersebut) ;
3. Prosentase jumlah pemuda dan/atau anggota Karang Taruna yang terlibat dalam penciptaan nilai ekonomi. (Jumlah pemuda dan/atau anggota karang taruna yang terlibat dalam penciptaan nilai ekonomi / jumlah pemuda dan/atau anggota karang taruna pada wilayah tersebut) ;
4. UMK (Usaha Mikro Kecil) kampung telah memanfaatkan kanal pemasaran digital (marketplace, media sosial, QRIS) dan/atau kegiatan pemasaran bersama (bazaar/gerai kampung) ;
5. Terdapat pengembangan potensi wisata kampung dan/atau produk unggul lokal yang bernilai ekonomi, dikelola secara swadaya oleh warga.
6. Penyaluran donasi warga untuk mendukung warga tidak mampu dan atau kegiatan sosiai ekonomi kampung ;
7. Ketersediaan data donasi KK (Kepala Keluarga) yang transparan dan dilaporkan secara rutin ;
8. Tersedia data pelaku UMK kampung yang lengkap dan termutakhir :
9. Prosentase jumlah KK yang berdonasi (Jumlah KK yang berdonasi/jumlah KK di wilayah tersebut).
PILAR KEMASYARAKATAAN
1. Warga telah menjalankan sistem deteksi dini /cegah dini antar-warga.
2. Pelaksanaan patroli Siskamling.
3. Apakah ada anak dari RT setempat yang berusia dibawah 18 tahun yang terkena penjangkauan jam malam.
4. Pendekatan persuasif dengan melibatkan peran aktif orangtua.
5. Warga telah membentuk Tim Tanggap Bencana.
6. Warga telah mengetahui jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul terdekat.
7. Warga telah mendapatkan edukasi secara langsung maupun tidak langsung dampak negatif dari NAPΖΑ (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif) terhadap generasi muda.
8. Warga secara tertib melakukan pelaporan bila terdapat perubahan elemen biodata dan juga penambahan atau pengurangan anggota keluarga.
9. Kepedulian warga terhadap fasilitas penerangan jalan umum.
10. Penyediaan sarana-prasarana pos ronds (center, HT/handy talky).
11. Warga telah menjadwalkan secara rutin kegiatan kerja bakti di tingkat RT.
Baca juga: Pedagang Buah Pasar Tanjungsari Minta Pemkot Surabaya Bijak
12. Presentase kehadiran warga dalam mengikuti kegiatan kerja bakti.
13. Warga telah memahami penggunaan fungsi nomor telepon darurat 112 bebas pulsa dan nomor whatsapp 081 131 112 112.
14. Apa ada kasus curanmor (pencurian motor) dalam 1 tahun terakhir.
15. Pengurus RT telah melakukan pemetaan area berpotensi konflik.
16. Warga telah mendapatkan pelatihan penanggulangan bencana
17. Pembuatan jadwal Siskamling secara berkala.
PILAR SOSIAL BUDAYA
1. Telah melaksanakan identifikasi dan penanganan kasus anak putus sekolah.
2. Telah melaksanakan kegiatan sinau bareng di balai RW.
3. Telah melaksanakan identifikasi dan upaya penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) ;
4. Telah melaksanakan identifikasi dan upaya penanganan rumah tidak layak huni.
5. Terdapat kegiatan terkait :
a. Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) ;
b. Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) ;
c. Kampung Keluarga Berkualitas ;
d. Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KASRPA) ;
e. Pencegahan dan penanganan kekerasan perempuan dan anak, permasalahan keluarga ;
6. Pencegahan dan penanganan perkawinan anak.
Baca juga: Warga Sidoarjo Jadi Korban Dugaan Penipuan CPNS Pemkot Surabaya
7. Penerapan Kampung Bebas Asap Rokok.
8. Semua sasaran ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir dan balita dapat terpantau kesehatannya dan didampingi.
9. Promosi Kesehatan /Penyuluhan tentang TB (tuberculosis) di Kampung oleh Kader atau perangkat daerah (Dibuktikan dengan absensi, dokumentasi dan materi yang disampaikan/leaflet/lembar balik), minimal 2 bukti dari 3 bukti tersedia.
Kampung Karah Tama RT 05 RW 01, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, dikenal sebagai sentra produk FEBIO Imun Booster yang diproduksi oleh CaxMar Production. CaxMar Production bukan pabrik besar, tapi kelompok riset di Kota Surabaya yang sudah puluhan tahun melakukan riset makanan fungsional. Slogannya ialah "Jadikan Makanan dan Minuman Menjadi Obat, Jangan Obat Menjadi Makanan dan Minuman".
Produk inovatif CaxMar Production di Kampung Karah Tama RT 05 RW 01 berasal dari hasil pertanian dan rempah yang dibudidayakan warga.
Produk unggulanya ialah FEBIO Imun Booster. Produk FEBIO merupakan minuman jamu tetes imun booster dari rempah-rempah.
Selain FEBIO, CaxMar Production memiliki produk yaitu :
- Kombucha dari daun dan buah buahan.
- Tempe nugget campur kelor.
- Peyek daun kelor /pegagan sehat
- Bio Black garlic (bawang hitam).
- Bubur kelor untuk bayi dan dewasa.
- BIO jamu tetes dan minuman kelor, jahe, temulawak, kayu bajakah, daun insulin dan Lingzhi.
- Krupuk, kripik, yoghurt fungsional.
Bahan baku lokal (daun kelor, jahe, temulawak, kunyit putih, buah) diolah jadi makanan enak tapi berkhasiat obat.
Tidak cuma memproduksi produk, CaxMar Production juga membina petani dan pelaku UMKM (usaha mikro kecil menengah). Mereka diajarkan mengolah rempah jadi produk high class untuk pasar lokal dan ekspor.
Founder CaxMar Production, Mariyanto berkeinginan membawa kejayaan rempah Nusantara ke tingkat dunia. Karena rempah-rempah Indonesia pernah menjadi primadona, bahkan menjadi rebutan bangsa lain.
"Dulu Nusantara dijajah Belanda karena rempah, bukan emas, perak, permata, batu bara, minyak, nikel, dan banyak lagi tambang lainnya. Kalau Anda berkeinginan membuat atau bermitra untuk memproduksi produk FEBIO, bisa datang ke Kampung Karah Tama RT 05 RW 01, Kelurahan Karah. FEBIO masuk kategori jamu tetes atau minuman fungsional untuk imun booster," ujarnya. (*)
Editor : Redaksi