Daun ketapang kering asal Pangkalpinang, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) PT Central Charcoal Babelindo (CCB) berhasil dua kali menembus pasar internasional di bulan September 2026. Dengan total mencapai lebih dari 800 boks, dua ekspor ini masing-masing menuju pasar Amerika Serikat dan ke Jerman.
Pada awal September (05/09/2026), Bea Cukai Pangkalpinang bersama instansi terkait melepas ekspor satu kontainer daun ketapang kering milik PT Central Charcoal Babelindo ke Amerika Serikat. Pengiriman tersebut terdiri atas 789 boks dengan berat bersih mencapai 553,24 kilogram.
Baca juga: PT Central Charcoal Babelindo Ekspor Daun Ketapang Kering ke Amerika Serikat
Tidak berhenti di Amerika Serikat, PT Central Charcoal Babelindo kembali melakukan ekspor pada Senin (21/09/2026). Kali ini, sebanyak 38 boks daun ketapang kering dikirim ke Jerman.
Daun ketapang memiliki nilai ekonomis karena banyak dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan ikan hias. Kandungan tanin pada daun ketapang dapat membantu menurunkan dan menstabilkan tingkat keasaman (pH) air akuarium. Selain itu, kandungan antibakteri dan antijamurnya juga bermanfaat untuk membantu mengatasi mikroorganisme yang dapat mengganggu kesehatan ikan.
Melihat ketersediaan daun ketapang yang melimpah di Indonesia dan kebutuhan produk tersebut di luar negeri, PT Central Charcoal Babelindo memanfaatkan peluang tersebut menjadi komoditas bernilai tambah. Produk yang sebelumnya mudah ditemui di dalam negeri kini mampu menembus pasar global sekaligus memberikan kontribusi terhadap devisa negara.
Baca juga: PT Central Charcoal Babelindo Ekspor Daun KeringĀ
Pejabat Fungsional Bea Cukai Pangkalpinang, Agung Hermawan, menyebut PT Central Charcoal Babelindo sebagai salah satu contoh UMKM yang mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan. Hingga September 2026, PT Central Charcoal Babelindo telah melakukan ekspor sebanyak enam kali, atau telah menyamai capaian ekspor sepanjang tahun sebelumnya.
“PT Central Charcoal Babelindo merupakan contoh sukses UMKM bisa ekspor secara kontinu. Keberhasilan PT Central Charcoal Babelindo ini diharapkan dapat menginspirasi pelaku usaha lainnya di Pulau Bangka,” ujar Agung.
Ia juga mengajak pelaku UMKM yang ingin mengembangkan pasar hingga ke luar negeri untuk memanfaatkan layanan pendampingan yang disediakan Bea Cukai Pangkalpinang melalui Klinik Ekspor.
“Bagi pelaku UMKM yang membutuhkan bimbingan terkait ekspor, segera merapat ke Klinik Ekspor Bea Cukai Pangkalpinang. Layanan ini tidak dipungut biaya, Bea Cukai siap memberikan pendampingan maksimal,” tutup Agung. (*)
Editor : S. Anwar