Pertolongan Pertama Saat Kena Siram Air Keras

Reporter : Redaksi
Air Keras

Jika ada yang kena air keras di kulit, yang pertama harus dilakuin apa ? Berikut penjelasan berdasarkan artikel ilmiah.

Apa itu sebenarnya air keras?

Baca juga: Muncul Petisi dari Donatur Agus agar Uang Donasi Dikembalikan

Air keras adalah sebutan umum untuk cairan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan kulit atau jaringan tubuh rusak saat terkena kontak langsung. Secara umum, zat ini terbagi menjadi dua kelompok besar :

- Asam Kuat (pH Rendah)

Contoh: Asam Sulfat (Air Zuur aki), Asam Klorida (pembersih porselen).

- Basa Kuat / Soda Api (pH Tinggi)

Contoh: Natrium Hidroksida (pelancar saluran air), Semen basah.

Kenapa air keras begitu merusak?

Secara medis, air keras (asam/basa kuat) menghancurkan jaringan melalui dua cara berbeda, yaitu :

- Nekrosis Koagulatif

Menggumpalkan protein kulit dan membentuk kerak (eschar), sehingga kerusakan lebih sering di permulaan Superfisial.

- Nekrosis Likuifaktif

Melumerkan lemak kulit (Saponifikasi), sehingga bahan kimia lebih mudah menembus dan merusak jaringan lebih dalam.

Gejala awal yang sering muncul :

- Sensasi

Nyeri terbakar seketika yang sangat tajam dan intens.

- Tekstur Kulit

Terasa licin atau seperti sabun saat disentuh (Tanda bahaya khas luka Basa/Soda Api akibat hancurnya lemak).

- Perubahan Warna Kulit

Hitam/cokelat gelap (karena Asam Sulfat) atau Kuning pucat (karena Asam Nitrat).

- Reaksi Lanjut

Kulit melepuh, mengelupas, atau memerah hebat di sekitar area kontak.

Prinsip Utama Pertolongan Pertama

Jangan tunggu, bilas sekarang juga pada luka bakar kimia. Kerusakan bisa terus berlanjut selama bahan kimia masih ada di kulit. Fokus utama pertolongan pertama adalah segera menghilangkan bahan kimia dengan air mengalir.

Langkah 1 :

- Amankan diri dan lepas yang terkena.

- Amankan diri (Safety)

- Jangan sentuh bahan kimia dengan tangan kosong. Gunakan sarung tangan atau plastik pelindung.

- Lepas yang terkena

- Pakaian yang terkena bahan kimia bisa memperparah luka. Segera lepaskan, tapi jangan paksa bagian yang sudah melekat pada luka.

Langkah 2 :

- Kalau serbuk, sapu dulu. Jika bahan kimia berbentuk bubuk kering (Seperti bubuk semen atau kapur mentah),

- Jangan langsung disiram air!

- Sapu dulu bubuk kimianya dengan alat kering sebelum dibilas.

- Air yang langsung mengenai bubuk kimia tertentu bisa memicu panas dan memperparah luka..

Langkah 3 :

- Bilas air mengalir.

Baca juga: Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras di Pondok Melati

- Siram area yang terluka dengan air mengalir bervolume besar, namun bertekanan rendah (seperti air keran atau shower).

- Air mengalir akan melarutkan dan membuang bahan kimia secara mekanis.

- Jangan berendam di bak mandi! Berendam hanya akan membuat bahan kimia menyebar ke seluruh air dan melukai bagian tubuh lain yang masih sehat.

Bilas air berapa lama?

20-30 menit untuk luka Asam. Bilas minimal selama 20 hingga 30 menit tanpa henti.

60+ menit untuk luka Basa / Soda Api. Karena basa menembus sangat dalam, proses pembilasan membutuhkan waktu setidaknya 60 menit atau lebih.

Kesalahan paling fatal adalah membilas hanya 2-3 menit hingga perih sedikit hilang. Bahan kimia di bawah kulit masih terus memakan jaringan jika pembilasan dihentikan terlalu cepat.

Yang sering salah dan bikin makin parah :

- Jangan Dinetralkan

Jangan siram asam dengan soda kue, atau basa dengan cuka. Ini memicu Reaksi Eksotermik (ledakan panas) yang merusak jaringan.

- Jangan Pakai Es

Es batu menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan frostbite, mempercepat kematian sel jaringan yang sudah rusak.

- Jangan Dioles Salep/Odol

Salep, mentega, atau pasta gigi akan mengunci bahan kimia dan panas di dalam kulit, membuatnya semakin menembus ke dalam.

Kapan wajib ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) ?

Luka mengenai wajah, mata, atau area genital/selangkangan.

Luka mengenai area yang luas.

Korban menghirup uap kimia, misalnya muncul Sesak napas, suara serak, atau batuk.

Luka disebabkan oleh bahan kimia korosif kuat, terutama basa/soda api, karena bisa merusak jaringan lebih dalam.

Segera hubungi ambulans atau bawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat setelah atau bahkan sambil melakukan pembilasan air

Ingat 3S S

- Safety (Amankan)

Amankan diri penolong, jangan sentuh bahan kimia langsung.

- Strip (Lepaskan)

Lepas segera pakaian, perhiasan, dan sepatu korban (Sapu bersih jika berbentuk bubuk).

- Shower (Bilaskan)

Bilas di bawah air mengalir bervolume besar minimal 30-60 menit.

Kesimpulan

Air keras / bahan kimia korosif dapat menyebabkan luka bakar kimia yang bisa terus merusak jaringan. Semakin cepat dibilas, semakin baik.

Lakukan langkah utama: amankan, lepaskan pakaian, lalu bilas dengan air mengalir.

Pada bahan berbentuk bubuk, sapu dulu sebelum disiram air.

Segera ke IGD bila mengenai area sensitif, luas, atau muncul tanda bahaya.

*) Source : dr Naufal Al Hakim Salsabila

Referensi :

- AHA & ARC First Aid Guidelines, 2024

- British Burn Association First Aid Guideline, 2018

- American Burn Association Referral Guideline, 2022

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru