"Tolong, hapus stempel Ibrani dan bintang segi enam dari kotak amunisi dan suku cadang.” Ungkapan ini diceritakan dalam konteks kesepakatan senjata rahasia antara Israel dan Iran pada masa Khomeini. Kesepakatan itu mencerminkan sensitivitas orang Iran terhadap munculnya tanda Israel apa pun pada senjata yang mereka dapatkan secara diam-diam darinya untuk menghadapi Irak.
Masalah politiknya jelas, bagaimana rezim menjelaskan kepada rakyatnya dan dunia Islam pembelian senjata dari Israel, sementara ia memposisikan diri sebagai ujung tombak konfrontasi melawan "kekuatan zalim" dan Israel?
Baca juga: Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia Buka Rekening Donasi
Setelah Revolusi 1979, rezim Khomeini menyatakan Israel sebagai musuh, memutus hubungan resmi, dan menyita gedung perwakilan Israel di Teheran untuk diserahkan kepada Organisasi Pembebasan Palestina. Tetapi tentara Iran sebagian besar dibangun atas sistem Amerika dan Israel dari era Shah dan dengan dimulainya Perang Iran-Irak pada September 1980, suku cadang dan amunisi menjadi masalah kelangsungan hidup, maka saluran rahasia di antara mereka mulai bergerak lebih awal.
Pada tahun 1980, ban untuk jet tempur F-4 Phantom dijual ke Iran, kemudian suku cadang untuk tank Scorpion. Dan pada tahun 1981, operasi itu memasuki skala terorganisir yang dikenal dalam beberapa narasi Israel sebagai "Operasi Seashell" (Operation Seashell).
Pada tahun pertamanya, penjualan diperkirakan mencapai sekitar 75 juta dolar : 150 meriam anti-tank dan amunisi artileri dan suku cadang mesin tank dan pesawat, serta sejumlah besar rudal TOW. Pengiriman dilakukan melalui Bandara Larnaca di Siprus dengan pesawat sewaan dari perusahaan Argentina bernama "Transporte Aereo Rioplatense".
Pada Juli 1981, salah satu pesawat ini bertabrakan dengan jet tempur Soviet Su-15 di atas Armenia Soviet setelah menyimpang dari rute, keempat awaknya tewas, termasuk perantara Skotlandia Stewart McCafferty dan setelah insiden itu, ketergantungan pada jalur laut semakin meningkat.
Pada bulan yang sama, Juli 1981, kontrak paling terkenal dan terbesar ditandatangani. Ditandatangani oleh Yaakov Nimrodi, seorang Yahudi keturunan Irak yang bekerja di Mossad atas nama perusahaan boneka bernama "International Desalination Equipment" dengan Kolonel Iran Dehghan, Wakil Menteri Pertahanan, bernilai 136 juta dolar.
Isinya, menurut salinan kontrak yang diterbitkan oleh surat kabar Eropa kemudian :
- 50 rudal Lance darat-ke-darat
- 68 rudal Hawk darat-ke-udara
- 40 meriam Tampella kaliber 155 mm (buatan Israel) dan peluru berbagai jenis Pengiriman melalui Rotterdam ke Bandar Abbas.
Pada kertas kontrak muncul stempel menorah, lilin tujuh cabang Israel. Nimrodi mengklaim tidak pernah menjual senjata apa pun ke pemerintahan Khomeini, tetapi serikat pelaut Denmark yang menyelidiki pergerakan kapal mengatakan bahwa kontrak itu dilaksanakan, dan kapal Denmark sewaan melakukan ratusan perjalanan antara Eilat dan Bandar Abbas hingga pertengahan delapan puluhan.
Baca juga: Israel Hancurkan Gedung Universitas Sains dan Teknologi Iran
Ngomong-ngomong, kesepakatan ini bukanlah Iran-Contra yang terkenal; ia mendahuluinya beberapa tahun. Tetapi mengapa Israel setuju?
Tujuannya adalah melemahkan Irak yang kuat dan menjaga jendela pengaruh di Iran setelah jatuhnya Shah, serta menggerakkan industri senjata Israel yang menderita kelebihan stok setelah pemecatan pekerja.
Pada Mei 1984, Ariel Sharon menyatakan secara terbuka: "Kami menjual senjata ke Iran agar mereka mengalahkan Irak". Institut Yafe di Universitas Tel Aviv memperkirakan penjualan 1981–1983 mencapai sekitar 500 juta dolar.
Laporan Jerman kemudian menaikkan angka itu lebih tinggi lagi. Brigadir Jenderal Abraham Tamir menceritakan kepada New York Times bahwa Israel mengirimkan daftar senjata dan suku cadang Amerika setiap bulan yang ingin dijual ke Iran, dan bahwa penjualan dilakukan pada 1981–1982 atas pemahaman dengan Menteri Luar Negeri AS Alexander Haig.
Kemudian datang fase paling terkenal dalam kerjasama antara Setan Besar dan Israel di satu sisi dengan Iran Khomeini di sisi lain Pada 1985, Iran-Contra. Ini adalah operasi Amerika yang lebih luas di mana senjata dijual ke Iran pada 1985–1986 sebagai imbalan atas pembebasan sandera Amerika yang ditahan oleh Hizbullah di Lebanon, kemudian sebagian keuntungan dialihkan untuk mendanai Contra di Nikaragua meskipun dilarang oleh Kongres.
Israel dan perantara Israel memainkan peran sentral pada fase pertama. Urutan yang didokumentasikan dalam arsip :
Baca juga: Skandal Amerika Serikat dan Arab Saudi
Pada 20 Agustus 1985, pesawat DC-8 tanpa tanda lepas landas dari Israel dengan membawa 96 rudal TOW dan perantara Iran Manuchehr Ghorbanifar. Pesawat itu tiba di Teheran, tetapi pengiriman diterima oleh Pengawal Revolusi.
Pada 14 September, 408 rudal TOW tambahan dikirim. Total 504 rudal TOW dari stok Israel.
Pada November 1985, 18 rudal Hawk dikirim. Orang Iran menolaknya karena bukan model "Hawk yang ditingkatkan" yang mereka minta.
Dari Agustus 1985 hingga November 1986, Iran menerima total 2004 rudal TOW dan 18 rudal Hawk serta lebih dari 200 suku cadang untuk Hawk. Dan sebelum pengiriman TOW, Nimrodi mengatur kesepakatan senjata buatan Israel sebagai ganti tank T-72 Soviet yang dirampas orang Iran dari tentara Irak.
Orang Israel berusaha mendapatkan tank itu sejak Perang Lebanon 1982. Kesepakatan dibatalkan di menit terakhir karena orang Iran lebih memilih rudal TOW buatan Amerika. (*)
Editor : S. Anwar