Wolly Sutinah Dijuluki sebagai Aktris Tiga Zaman
Makam Hj Wolly Sutinah atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Mak Wok terletak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat (Blok AI Blad 90 Petak 576). Hj Wolly Sutinah merupakan salah satu aktris legendaris Indonesia lintas generasi yang dikenal sebagai ikon pemeran "emak-emak cerewet" namun sangat lincah dan berdedikasi tinggi.
- Nama Asli : Sutinah.
- Tempat, Tanggal Lahir: Magelang, Hindia Belanda, 17 Juli 1915.
- Wafat : Jakarta, 14 September 1987 (umur 72 tahun karena serangan jantung).
- Orang Tua: Pasangan berdarah Jawa-Tionghoa (Ayah bernama H. Marlis). Kedua orang tuanya juga merupakan seniman panggung keliling.
- Keluarga: Menikah dengan Husin Nagib (kemudian Chalid Nagib) dan melahirkan 5 orang anak, salah satunya adalah aktris legendaris pemeran Mak Nyak di Si Doel Anak Sekolahan, yaitu Aminah Cendrakasih.
Karier Mak Wok di dunia seni pertunjukan membentang selama lebih dari enam dekade, membuatnya dijuluki sebagai "Aktris Tiga Zaman" (era kolonial, masa awal kemerdekaan, hingga era modern).
Lahir dari keluarga seniman, Mak Wok sudah mulai naik panggung sejak tahun 1926. Uniknya, modal awal beliau masuk ke dunia seni pertunjukan adalah kemahiran ilmu silat (kungfu), terutama keahliannya dalam menggunakan senjata toya. Berbekal kemampuan ini, ia nekat bergabung dengan Wayang Opera "Sim Ban Lian". Ia bahkan sempat mendirikan grup sandiwaranya sendiri bernama Miss Wolly Opera.
Mak Wok pertama kali terjun ke industri film layar lebar lewat film bergenre silat/mistis berjudul Pat Tian Hoat (Delapan Pendekar Pedang) atau Ouw Pecoa (Siluman Ular Putih) pada tahun 1933 produksi The Teng Cun. Sutradara merekrutnya justru karena kelincahannya memperagakan jurus toya tanpa bantuan pemeran pengganti.
Sepanjang kariernya, Hj Wolly Sutinah telah membintangi ratusan judul film. Di zaman sebelum kemerdekaan, ia bermain di film seperti Aladin dengan Lampoe Wasiat (1941) dan Keseberang (1944). Kariernya terus menanjak pada dekade 1950-an hingga 1980-an. Tokoh yang dimainkannya sangat membekas di hati masyarakat, terutama saat memerankan karakter nenek atau ibu yang cerewet, galak, namun jenaka. (*)
Editor : S. Anwar