Kisah Rumit Kapitan Jonker Bersama VOC

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kapitan Jonker
Kapitan Jonker
grosir-buah-surabaya

Di Marunda, Jakarta Utara, ada makam seorang panglima dari Pulau Manipa, Maluku. Namanya Kapitan Jonker. Puluhan tahun dia bertempur untuk VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), dari Sumatra sampai Sri Lanka. Akhirnya dia tewas diserang VOC sendiri.

Asal-usulnya tidak banyak tercatat, bahkan nama aslinya pun tidak pasti. Menurut situs Sejarah Jakarta, dia tiba di Batavia pada tahun 1656 sebagai tawanan perang, satu dari 30 orang Maluku yang dibawa Laksamana de Vlaming.

Dari tawanan, dia naik jadi pemimpin pasukan Ambon di bawah VOC. Pasukannya dikirim ke Minangkabau, Palembang, Jambi, Makassar, Banten, sampai Sri Lanka. Dalam pertempuran di Sri Lanka, lengan kirinya tertembak dan tidak bisa dipakai lagi, tapi dia terus bertempur.

Namanya paling dikenal dari perang melawan Trunojoyo di Jawa, 1675 sampai 1682. Menurut Sejarah Jakarta, Jonker dan 76 prajuritnya yang menangkap Trunojoyo. Keberhasilan itu membuat namanya makin besar di Batavia.

Pengaruh yang makin besar itu justru membuat petinggi VOC curiga. Tahun 1689, Kapitan Jonker dituduh akan memberontak. Pada 24 Agustus 1689, permukimannya diserang pasukan VOC, dan dia tewas. Kapitan Jonker dimakamkan di Marunda, di wilayah yang dulu dikenal sebagai Pejongkoran.

Kisahnya rumit: Kapitan Jonker membantu VOC menaklukkan banyak daerah di Nusantara, lalu dibunuh oleh kekuatan yang dia bela. Buat yang dari Manipa atau Seram Bagian Barat: nama Jonker masih diceritakan di kampung?

Sumber: Sejarah Jakarta (7 Mei 2019); Ensiklopedia Kapitan Jonker (p2k Stekom); RRI Jakarta (Kapiten Jongker)