Jejak Kelam Letnan Kolonel Vasyl Skopenko, Pahlawan Uni Soviet
Sementara orang-orang Polandia sedang mati di Warsawa menunggu Tentara Merah, tentara Soviet lainnya sedang berjuang melintasi sungai besar yang sama di selatan, dan salah seorang di antaranya memperoleh kepala jembatan di seberang Vistula yang membuka jalan ke barat. Letnan Kolonel Vasyl Skopenko memperoleh bintang emas sebagai Pahlawan Uni Soviet atas perbuatan itu pada September 1944.
Letnan Kolonel Vasyl Skopenko adalah komandan resimen dalam serangan Soviet yang mencapai Vistula, penghalang sungai besar terakhir sebelum jantung Jerman, pada musim panas dan musim gugur tahun 1944. Letnan Kolonel Vasyl Skopenko adalah sungai yang sama yang mengalir melalui Warsawa, dan menyeberanginya di mana pun adalah urusan berdarah-darah yang diperebutkan, orang-orang Jerman menguasai tepi barat dan berjuang keras untuk mencegah Soviet mendirikan pijakan apa pun di seberangnya.
Letnan Kolonel Vasyl Skopenko memimpin resimennya menyeberangi sungai di sektor Sandomierz menggunakan sarana darurat, rakit dan perahu serta apa pun yang bisa diikat bersama, di bawah tembakan, untuk membawa pasukannya ke tepi seberang. Setelah menyeberang, ia tidak hanya bertahan di tepi sungai.
Resimennya mendorong ke pedalaman, dan dalam manuver berputar membantu membersihkan kota Sandomierz dari pasukan Jerman, mengamankan dan memperluas salah satu kepala jembatan krusial di atas Vistula. Kepala jembatan-kepala jembatan itu sangat penting.
Mereka adalah batu loncatan yang dari sana, berbulan-bulan kemudian pada Januari 1945, Tentara Merah akan melancarkan serangan besar-besaran yang membawanya melintasi Polandia dan ke gerbang Berlin. Para prajurit yang memenangkan dan mempertahankan tanah itu di tepi seberang pada tahun 1944 sedang membeli garis start untuk serangan terakhir ke Jerman.
Berdasarkan dekret tanggal 23 September 1944, Letnan Kolonel Vasyl Skopenko dinobatkan sebagai Pahlawan Uni Soviet dengan Orde Lenin dan Bintang Emas atas kepemimpinannya dalam memaksa menyeberangi sungai dan merebut kota itu. Penghargaan itu mengakui tepat jenis tindakan yang menentukan Front Timur pada bulan-bulan itu, bukan duel tunggal melainkan penyeberangan sungai di bawah tembakan yang berubah menjadi pijakan, dan pijakan yang berubah menjadi jalan ke Berlin. (*)
Editor : S. Anwar