Kemenag Gelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah di MAN 1 Ponorogo

Reporter : Redaksi
Bimbingan remaja usia sekolah di MAN 1 Ponorogo

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo menggelar bimbingan remaja usia sekolah (BRUS) dalam program The MOST KUA (Move for Sakinah Maslahat) pada Rabu (4/3/2026) bertempat di aula Madrasah Auliyah Negeri (MAN) 1 Ponorogo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 250 siswa kelas 11 MAN 1 Ponorogo.

Bimbingan remaja usia sekolah di MAN 1 Ponorogo tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kemenag Kabupaten Ponorogo, Mohamad Thohari.

Peserta yang didominasi siswa ini tampak antusias mengikuti rangkaian materi yang disampaikan secara interaktif dan komunikatif. Suasana aula MAN 1 Ponorogo pun terasa hangat dan penuh semangat. 

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Babadan, Tri Uganda Cahyana mengatakan, materi yang disampaikan dalam program The MOST KUA sangat memberikan manfaat mengenai remaja yang sehat sebagai pondasi masa depan.

“Tak hanya teori, para siswa juga mendapatkan pembekalan keterampilan keagamaan praktis berupa sosialisasi tata cara pemulasaran jenasah yang dipandu langsung oleh jajaran penghulu dan penyuluh KUA Kecamatan Babadan,” ujar Tri Uganda Cahyana.

Tri Uganda Cahyana menegaskan, sinergi ini diharapkan mampu menctak generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik dan mental namun juga terampil dalam pengabdian masyarakat.

“BRUS pada kesempatan ini sudah dilaksanakan ketiga, yang akan dilanjutkan dengan pelaksanaan praktek pemulasaran jenasah untuk kelas 10 sampai kelas 12. Ada 750 siswa yang dibagi 3 ruang,” tambah Tri Uganda Cahyana.

Gayung bersambut. Kepala MAN 1 Ponorogo, Nuurun Nahdiyyah menyambut baik kegiatan The MOST KUA (Move for Sakinah Maslahat) yang mengusung tema “BRUS Bimbingan Remaja Usia Sekolah yang diadakan Kementerian Agama Ponorogo”.

Apalagi sesuai dengan program MAN 1 Ponorogo pada saat pondok ramadhan, ada kegiatan pemulasaran jenasah. Fakta di masyarakat, ketika ada jenasah perempuan yang meninggal yang ngurusin pemulasaran jenasah perempuan masih sedikit.

“Suatu kehormatan, pada hari ini anak-anak kami mendapatkan suatu kegiatan BRUS yang akan menjadi suatu kegiatan rutin yang kita harapkan bisa berkolaborasi dengan KUA menjadi program yang kontinyunitas karena anak-anak harus kita persiapkan sejak awal,” ungkapnya. 

Menurutnya, maslahat itu tidak bisa instan. Maka kegiatan ini harus disambut dengan baik. Tidak semua anak-anak punya kesempatan mengkuti kegiatan ini.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan kemanfaatan kemaslahatan dan memberkahi kita semua. Anak-anaku ikuti dengan baik bahwa keluarga maslahat itu mulainya sejak sekarang bagaimana membangun keluarga yang maslahat tentu dimulai dari remaja yang sholih dan sholihah,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kemenag Ponorogo, Moh Thohari mengatakan, di bulan Ramadhan ini, Kementerian Agama mengadakan program The Most KUA yang dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh KUA Kecamatan.

“Program ini merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan keluarga yang sakinah dan maslahat. The Most KUA untuk mewujudkan keluarga sakinah dan maslahat, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan sebuah bentuk pengorbanan dan tanggung jawab besar,” ucapnya.

Dengan adanya program ini, Plt Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo berharap angka pernikahan dini dapat ditekan secara signifikan serta tercipta generasi muda yang lebih siap, berdaya, dan visioner dalam merencanakan masa depan.

Moh Thohari mengingatkan para remaja untuk fokus menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan karena usia ideal pernikahan menurut Undang Undang adalah 19 tahun. 

Ada 37 kegiatan the Most KUA yang akan dan sudah dilaksanakan di Kabupaten Ponorogo, yang terdiri BRUS, bimbingan remaja usia nikah (BRUN), dan Keluarga Muslim.  

“Melalui program The Most KUA ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara mental dan spiritual dalam mengarungi bahtera rumah tangga,” tukasnya.

Menurut Moh Thohari, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan sebuah bentuk pengorbanan dan tanggung jawab besar. Dengan diadakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dibimbing oleh pemateri sebagai persiapan memasuki tahapan kehidupan rumah tangga.

Moh Thohari mengingatkan bahwa memiliki mental, spiritual, dan sosial yang sehat menjadi kunci utama dalam membangun rumah tangga yang kokoh dan maslahat. 

“BRUS hadir sebagai upaya preventif dalam mencegah pernikahan dini dan pernikahan anak. Program ini dirancang untuk memberikan pembekalan kepada remaja, meliputi penguatan karakter, pemahaman kesehatan reproduksi, serta keterampilan hidup (life skills) agar para remaja memiliki perencanaan masa depan yang matang,” pungkas Moh Thohari.

Dalam kegiatan ini, para Penyuluh Agama Islam dari KUA Babadan menyampaikan empat materi utama yang sangat penting bagi para calon pengantin, yaitu relasi harmonis, dinamika pernikahan dan keuangan keluarga. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru