Bicara rangasnya Aremania di era 1990-2000-an, tidak akan lepas dari sosok Sam Tembel. Sesepuh Aremania Koordinator Wilayah (Korwil) Stasiun yang selalu berada di garda terdepan ketika mendukung klub dengan 5 huruf A-R-E-M-A.
Bernama asli Ponidi, kiprah Sam Tembel sebagai Aremania dimulai pada pertengahan dekade 90-an. Awalnya Sam Tembel adalah pedagang di sekitar stasiun dan senang melihat sepakbola.
Baca juga: Mengenang Leo Kailola, Aktivis Tinju dan Founder Warung Legend
Melihat bola dan menjadi suporter kala itu adalah pengalihan dari kerasnya dunia yang dia hadapi. Lambat laun Sam Tembel semakin larut menyenangi Arema, hingga dia memutuskan menjadi suporter Aremania.
Sebagai Korwil Aremania Stasiun, Sam Tembel jadi penggerak Aremania yang akan melakukan lawatan ke daerah-daerah di Jawa, ketika menggunakan kereta api, seperti Matarmaja misalnya.
Sam Tembel adalah sosok yang tidak banyak bicara tapi lebih banyak bertindak. Tidak terlalu sering muncul di depan, tapi menjadi 'pengatur permainan' Aremania, khususnya ketika laga- laga away. Namun ketika ada ancaman kepada Dulur Aremania, Sam Tembel adalah garda terdepan dalam membela Nawak-Nawak dan memastikan mereka tetap aman.
Begitu pula kepada klub kebanggaannya. Sam Tembel adalah sosok yang paling vocal ketika klub sedang terpuruk untuk bisa mengkritisi dan memompa semangat tim, baik di dalam maupun luar lapangan.
Jika El Kepet dan Yuli Sumpil adalah sosok-sosok yang selalu muncul di permukaan sebagai dirigen dan wajah Aremania, maka Sam Tembel adalah pasukan khusus yang bergerak senyap demi Aremania bisa aman dan nyaman di kandang lawan.
Sam Tembel menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu 23 Desember 2012, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Kuncoro, Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Kepergian Sam Tembel menjadi kehilangan besar bagi Aremania. Jiwa militansi dan loyalitas tanpa batasnya lah yang akan selalu dikenang.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasinya untuk dunia sepak bola Malang, manajemen Arema bahkan mengimbau seluruh Aremania untuk mengenakan pita hitam saat laga melawan PSBK Blitar.
Loyalitas yang Terwariskan
Kecintaan Sam Tembel kepada Arema dan Aremania memang luar biasa. Salah satunya dibuktikan dengan memberikan nama putranya persis nama salah satu pendiri Arema 'Lucky Acub Zaenal'. Begitu pula dengan putra keduanya yaitu Ricky Yokoub Artoser. Artoser sendiri adalah singkatan dari Arema Tour Semarang.
Kini Lucky sudah tumbuh dewasa. Menariknya, Lucky juga memberikan loyalitas nya kepada Arema. Namun dia memilih jalan yang berbeda dengan mendiang Sam Tembel.
Bukan hanya suporter, Lucky saat ini jadi bagian dari Arema FC. Yaitu menjadi salah satu staf di Arema FC Official Store, yang merupakan tokoh resmi merchandise Arema. (*)
Editor : S. Anwar