Broxmen Industrial Park akan Investasikan dalam Proyek Pupuk di Zimbabwe

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Broxmen Industrial Park
Broxmen Industrial Park
grosir-buah-surabaya

Investor asal Tiongkok, Broxmen Industrial Park, telah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan sekitar $ 500 juta dalam pengembangan Kompleks Konversi Batubara Menjadi Bahan Kimia di Chegutu, Provinsi Mashonaland Barat, Zimbabwe, yang menandai salah satu investasi terbesar baru-baru ini di sektor manufaktur pupuk dan bahan kimia Zimbabwe.

Proyek ini diharapkan mulai berproduksi pada tahun 2028 dan akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 350.000 ton urea dan 200.000 ton amonium nitrat, memperkuat produksi pupuk domestik dan mendukung sektor pertanian negara tersebut.

Menurut para pejabat perusahaan Broxmen Industrial Park, investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Broxmen Industrial Park di Zimbabwe dan diharapkan dapat berkontribusi pada substitusi impor, penciptaan lapangan kerja, penambahan nilai industri, dan pengembangan kapasitas produksi berorientasi ekspor.

Pengumuman ini muncul ketika Zimbabwe berupaya memperluas manufaktur pupuk lokal untuk memenuhi permintaan nasional, yang diperkirakan sekitar 780.000 ton per tahun. Meskipun memiliki fasilitas produksi yang ada, negara ini terus bergantung pada impor input pertanian utama, termasuk urea, amonium nitrat, kalium, dan bahan baku lainnya.

Seiring dengan proyek pupuk, Kawasan Industri Broxmen sedang mengembangkan fasilitas pembangkit listrik senilai $40 juta dengan kapasitas 60 megawatt, yang diharapkan akan beroperasi pada September 2026.

Investasi Broxmen Industrial Park ini juga sejalan dengan upaya yang lebih luas oleh Pemerintah Zimbabwe untuk mempercepat industrialisasi di bawah Strategi Pembangunan Nasional 2 (NDS2) dan Visi 2030. Langkah-langkah terbaru untuk memperkuat rantai nilai pupuk termasuk suntikan modal sebesar $ 153 juta ke sektor ini oleh Dana Investasi Mutapa.

Setelah beroperasi, kompleks Chegutu diharapkan memainkan peran penting dalam meningkatkan ketersediaan pupuk, meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko pasokan eksternal, dan mendukung tujuan ketahanan pangan dan pembangunan industri jangka panjang Zimbabwe. (*)