Mengenang Malang TV yang Kini Tinggal Sejarah

Reporter : Redaksi
Kantor Malang TV

Bagi warga Malang Raya yang tumbuh di era tahun 2000-an, Malang TV bukan sekadar saluran televisi. Ia adalah saksi bisu dinamika kultural dan hiburan lokal masyarakat Bumi Arema. 

Salah satu keunikan Malang TV adalah selalu berusaha membawa berita positif dan mengesampingkan isu politik. Hal ini karena sang Owner Almarhum Pak Cahyono (Ko Cang) ingin menghadirkan tayangan berkualitas, penuh edukasi, dan positif. 

​Sayangnya, layar kaca penuh memori ini kini telah gelap gulita. Bagaimana perjalanannya dari awal berjaya hingga akhirnya harus pamit? Mari kita kilas balik.

​1. Awal Berdiri : Membawa Suara Lokal ke Layar Kaca (2003)

​Malang TV resmi mengudara pertama kali pada tanggal 12 Desember 2003 di bawah naungan PT Malteve. Lahir di era euforia otonomi daerah dan kebebasan pers, Malang TV hadir dengan komitmen kuat : menjadi suaranya orang Malang.

​Frekuensi : Mengudara di jalur 51 UHF (kemudian sempat bergeser).

​Visi : Mengangkat kearifan lokal, budaya Jawa timuran. Dan tentunya denyut nadi komunitas Aremania yang saat itu sedang membara.

​Di tengah gempuran TV nasional Jakarta yang seragam, Malang TV terasa sangat dekat karena menggunakan bahasa sehari-hari warga lokal—termasuk bahasa walikan khas Malangan.

​2. Masa Kejayaan : Saksi Sejarah dan Hiburan Rakyat

​Pada pertengahan tahun 2000-an hingga awal 2010-an, Malang TV menjelma menjadi tontonan wajib di ruang tamu warga Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Beberapa program ikoniknya yang pasti bikin bernostalgia antara lain :

​Nonggo: Acara sonjo dari rumah ke rumah yang dikemas dalam humor khas Malangan, yang sejatinya adalah media promo salah satu produk yaitu Sari Jahe Kraton. Cur itik itik itik! 

Panggung Warga Malang : Sebuah paket program yang mengangkat kreativitas warga Malang dalam seni dan budaya. 

Wanda (Warung Anda) : Salah satu tayangan paling ikonik di Malang TV. Bisa dibilang adalah program kuliner televisi lokal pertama di Malang Raya.

​Tayangan Arema : Menjadi media utama yang menyiarkan perkembangan klub Arema, konvoi juara, hingga aktivitas Aremania di tribun.

​Panggung Dangdut & Campursari Lokal: Menjadi wadah bagi seniman dan musisi lokal Malang untuk unjuk gigi.

​Catatan: Di masa puncaknya, Malang TV adalah rujukan utama warga untuk mengetahui kabar terkini warga Malang , termasuk juga kebijakan pimpinan daerah setempat. 

Termasuk Malang TV adalah televisi lokal paling inovatif. Dimana ketika itu TV dengan kantor di Jalan Puncak Joyo tersebut sudah berani membuat tayangan interaktif telepon, termasuk membuat tayangan live untuk pertandingan sepakbola dengan menggunakan OB Van. 

​3. Mulai Tergerus Zaman : Tantangan Digital dan Finansial

​Memasuki pertengahan era tahun 2010-an, badai mulai datang. Industri televisi mengalami pergeseran lanskap yang luar biasa keras. Malang TV mulai goyah karena beberapa faktor :

​Migrasi ke Digital (YouTube & Media Sosial) : Perhatian penonton, terutama anak muda, beralih ke layar ponsel. Informasi lokal kini didapatkan lebih cepat lewat Instagram atau grup Facebook.

​Krisis Iklan Lokal : Kue iklan yang dulunya mengalir ke TV lokal mulai tersedot oleh raksasa digital global dan media online.

​Biaya Operasional yang Tinggi : Merawat pemancar, membayar hak siar, dan menggaji kru di tengah pendapatan yang merosot menjadi beban yang sangat berat.

​4. Akhir Perjalanan : Regulasi ASO dan Layar yang Gulung Tikar

​Pukulan telak terakhir bagi Malang TV adalah kebijakan Pemerintah pusat terkait ASO (Analog Switch Off) atau migrasi wajib dari siaran analog ke digital yang puncaknya terjadi pada kurun waktu tahun 2022–2023.

​Untuk bermigrasi ke siaran digital, setiap TV lokal harus menyewa slot multipleksing (mux) kepada pengelola infrastruktur yang biayanya tidak murah bagi stasiun TV independen berskala kecil.

​Tanpa modal yang kuat untuk bertahan di era digital dan beratnya persaingan, Malang TV akhirnya memilih untuk berhenti mengudara secara permanen.

Bagi Ayas pribadi yang pernah hampir 5 tahun jadi bagian Malang TV (2008-2011/2012), Malang TV adalah kawah candradimuka. Semua digarap serius dengan personel senior dan kawakan jebolan KDS 8 yang setia dan keras membimbing para junior seperti Ayas, agar menjadi insan broadcasting yang berkualitas. 

Terimakasih Malang TV. 

"Dari Warga Malang untuk Warga Malang".

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru