Soetidja, Seniman Tari Pertama yang Tembus Industri Hiburan Amerika Serikat

Reporter : Redaksi
Soetidja

Soetidja (Sutidjah) merupakan seniman tari pertama dari indonesia yang tembus industri hiburan Amerika Serikat.

Soetidja lahir pada 1 Agustus 1914. Ayahnya seorang prajurit Kraton Yogyakarta. Sementara kakek dan neneknya merupakan pengamen dengan gendang dan siter.

Melihat keseharian kakek dan neneknya, Soetidja tertarik pada kesenian. Kala itu, pendidikan hanya terbatas untuk kalangan Belanda dan pribumi kelas atas. Soetidja mengisi masa kecilnya dengan ikut ngamen bersama kakek nenek. Hingga ia bertemu seorang pria berdarah Rusia, Piedro. Kelak keduanya menikah.

Soetidja gabung grup teater Dardanella pimpinan Piedro. la berperan sebagai penari, aktris, dan penyanyi, hingga punya nama panggung: Miss Dja/Dewi Dja (kerap ditulis Devi Dja).

Pertunjukan Dardanella selalu ramai ditunggu penonton. Hingga kesempatan membawa mereka tampil di luar negeri: Malaysia, Singapura, Hongkong, dan lain-lain.

Nama Dardanella kian besar. Personelnya kian banyak. Pernah mencapai 150 orang : penari, penyanyi, musisi, hingga pelawak.

Tahun 1939, Devi Dja, seorang pengamen yang tidak bisa baca tulis, bersama Dardanella pentas di AS dan Eropa. la kemudian menetap dan berkarier di sana. Dikenal sebagai penari tradisional Bali dan Jawa. Namanya kian dikenal di industri hiburan Amerika Serikat. Hingga ia jadi orang pertama Indonesia yang tampil dan terlibat dalam film produksi Hollywood.

Sebagian jadi aktris, sebagian di belakang layar jadi koreografer.

Pindah Warga Negara

Devi Dja memutuskan jadi warga negara Amerika Serikat. Perempuan Indonesia pertama yang melakukan hal tersebut. Pertimbangannya, semata karena Amerika Serikat dianggap lebih bisa menjamin kebebasan artistik keseniannya.

Tapi jangan salah. Meski secara administrasi merupakan warga negara Amerika Serikat, kecintaannya terhadap Indonesia tak pernah pudar.

Tahun 1947, Devi Dja menyambut rombongan Indonesia yang melawat ke Amerika Serikat untuk mencari dukungan kemerdekaan. la juga dekat dengan American Committee for Indonesia's Independence (ACII), organisasi di Amerika Serikat, yang keras menyuarakan kemerdekaan Indonesia.

Devi Dja pernah bikin pentas bareng ACII untuk menggalang dukungan kemerdekaan Indonesia di Amerika Serikat Pentas tari tradisional Devi Dja, ditutup dengan orasi politik dari pemimpin ACII, Lari Bogk.

Kedekatannya dengan ACII bikin Devi Dja diinterogasi FBI (Federal Bureau of Investigation). la dicurigai dekat dengan kelompok komunis.

Kejadian ini gak kurangi semangatnya untuk suarakan kemerdekaan Indonesia. Studio Devi Dja di Los Angeles, tetap dijadikan tempat kegiatan orang Indonesia dengan acara rutin dan pertemuan sosial.

Di atas panggung luar negeri, Devi Dja juga tidak mengklaim tarian yang ia bawa, merupakan karyanya. la selalu bilang "ini tari tradisional milik Indonesia." (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru