Karis Politik Lisda Hendrajoni Dari Pramugari Pesawat Kepresidenan

Reporter : Redaksi
Lisda Hendrajoni

Nama Lisda Hendrajoni kini begitu lekat dengan gerakan sosial dan pembelaan hak-hak masyarakat kecil di Sumatera Barat. Perempuan tangguh yang juga dikenal dengan nama panggung Lisda Rawdha ini merupakan politikus andalan Partai NasDem (Nasional Demokrat) yang sukses mengamankan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) selama dua periode berturut-turut sejak tahun 2019.

Di balik keanggunannya, Lisda Hendrajoni adalah seorang legislator vokal yang dinobatkan oleh Harian Pagi Padang Ekspres sebagai politikus yang paling konsisten berpihak pada rakyat miskin dan kaum perempuan.

Baca juga: DPD Partai NasDem Kabuputen Mojokerto Peringati HUT ke 14

Jejak Langkah: Terbang Bersama Para Presiden

Lahir di Kotabumi, Lampung Utara pada 19 Januari 1973, anak sulung dari lima bersaudara pasangan H. Anshori dan Hj. Rachmawati ini memiliki latar belakang karier yang sangat unik. Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Lisda merupakan seorang pramugari elite di maskapai nasional Garuda Indonesia.

Bukan pramugari biasa, berkat kecakapan dan dedikasinya, Lisda Hendrajoni terpilih menjadi bagian dari awak kabin pesawat kepresidenan RI. Tak main-main, Lisda bertugas mengawal perjalanan udara para kepala negara Indonesia melintasi berbagai era kepemimpinan, mulai dari Presiden B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pendidikan Tanpa Batas hingga Meraih Gelar Doktor

Meski sibuk mendampingi suaminya, Hendrajoni (Bupati Pesisir Selatan periode 2016–2021 dan 2025–2030) serta aktif memimpin Tim Penggerak PKK dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumbar, Lisda tidak pernah menganaktirikan pendidikan.

Setelah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Surapati (2009) dan Magister Manajemen Transportasi dari STMT Trisakti (2012), ia melanjutkan perburuan ilmunya ke strata tertinggi. Tepat pada 17 Mei 2024, Lisda resmi menyandang gelar Doktor (S3) Ilmu Pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP) setelah sukses mempertahankan disertasi tentang pengembangan model pelatihan kompetensi kepribadian guru TK berbasis Self Directed Learning.

Srikandi Parlemen Pembela Hak Perempuan dan Anak

Baca juga: Drs H Edy Sasmito Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H

"Setiap anak Indonesia berhak untuk tumbuh, berkembang, dan sukses. Hak tersebut telah dijamin penuh oleh negara melalui konstitusi."

Kiprah Lisda di Senayan dipenuhi dengan rekam jejak pembelaan kemanusiaan. Saat ini, ia bertugas di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pariwisata, pemuda, dan olahraga, setelah sebelumnya lama mengabdi di Komisi VIII (Kesejahteraan dan Sosial) serta Badan Legislasi (Baleg).

Sebagai legislator perempuan, Lisda sangat menonjol dalam memperjuangkan tiga pilar utama:

Hak dan Kesejahteraan Anak: Menjadi salah satu motor penggerak dalam pengajuan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) demi memastikan masa depan generasi penerus bangsa terlindungi sejak dini.

Perang Terhadap Pelecehan Seksual: Vokal mengawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) agar menjadi momok menakutkan bagi para predator. Ia juga dikenal tegas mendukung sanksi pemecatan bagi oknum akademisi di kampus-kampus yang terbukti melakukan pelecehan terhadap mahasiswanya.

Pemberdayaan Lewat Pendidikan: Secara masif turun langsung ke daerah pemilihan untuk mengawal dan mensosialisasikan Program Indonesia Pintar (PIP) agar bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran dan langsung masuk ke rekening siswa miskin tanpa potongan.

Lonjakan Suara dan Bukti Kepercayaan Rakyat

Keberpihakan Lisda pada masyarakat akar rumput langsung diganjar dengan elektabilitas yang meroket tajam. Pada Pemilu 2019, ia melenggang ke Senayan dengan modal 37.326 suara. Kepercayaan masyarakat Sumatera Barat kian berlipat ganda pada Pemilu 2024, di mana Lisda berhasil mengantongi 94.553 suara di Dapil Sumbar I. 

Keberhasilan Lisda kembali dilantik pada 1 Oktober 2024 menjadikannya sebagai satu dari empat srikandi terbaik Sumatera Barat yang berhasil menembus barisan parlemen nasional. Bagi Lisda, keterwakilan perempuan di kursi parlemen bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan bukti nyata bahwa perempuan memiliki kompetensi, visi, dan daya tawar yang kuat dalam menentukan arah kebijakan bangsa. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru