Dalam perang tahun 1971, India kehilangan sebuah kapal perang di laut. Sonarnya tidak mampu menemukan kapal selam yang menenggelamkannya. India kemudian mencoba membeli sonar yang lebih baik.
Negara-negara yang memproduksinya menolak untuk menjual. Maka Angkatan Laut memerintahkan salah satu perwiranya sendiri untuk membangunnya sendiri. Namanya Arogyaswami Paulraj. Ia lahir di Pollachi, sebuah kota kecil di Tamil Nadu.
Baca juga: Akar Konflik Pakistan dan India
Arogyaswami Paulraj bergabung dengan Angkatan Laut India saat masih remaja dan bertugas selama sekitar 30 tahun. Angkatan Laut melihat potensinya sejak dini dan mengirimnya ke Indian Institute of Technology di Delhi untuk gelar master. Para profesornya menyarankan Angkatan Laut agar tidak berhenti di situ.
Arogyaswami Paulraj menyelesaikan gelar doktor. Setelah perang 1971, ia diberi tugas mengatasi masalah sonar. Ia tidak mendapat bantuan asing, tidak ada peralatan asing, dan tidak ada izin untuk membeli keduanya.
Timnya membangun sistem itu dari nol. Sistem itu dinamai APSOH. Sistem itu mulai digunakan di armada pada tahun 1983. Itu bukan sekadar kompromi. Hingga kini, sistem itu masih dianggap sebagai salah satu sonar terbaik di dunia. Ia kemudian mendirikan 3 laboratorium penelitian nasional di India, di bidang komputasi, kecerdasan buatan, dan elektronik militer.
Baca juga: Pabrik Sabun Veda 3 Resmi Beroperasi di Kabupaten Simalungun
India menganugerahinya Padma Bhushan. Kemudian ia meninggalkan Angkatan Laut dan bergabung dengan Universitas Stanford di Amerika sebagai peneliti pascadoktoral, memulai kembali dari bawah.
Saat menjalankan eksperimen nirkabel di sana, ia melihat sesuatu yang aneh dalam hasilnya tentang bagaimana sinyal bisa dipisahkan satu sama lain. Ia menelusurinya. Yang dihasilkan darinya disebut MIMO.
Secara sederhana, alih-alih satu antena mengirim dan satu antena menerima, Anda menggunakan beberapa antena di kedua ujung secara bersamaan, dan sinyal-sinyal itu berhenti saling bertabrakan serta mulai membawa data jauh lebih banyak. Itulah dasar dari setiap koneksi WiFi dan setiap ponsel 4G serta 5G di planet ini.
Ketua Marconi Society menyatakannya dengan jelas. Setiap router WiFi dan ponsel 4G saat ini menggunakan teknologi MIMO yang digagas olehnya. Ia mendirikan sebuah perusahaan berdasarkan itu, yang dibeli oleh Intel. Ia mendirikan perusahaan lain, yang dibeli oleh Broadcom.
Arogyaswami Paulraj memegang sekitar 80 paten. Ia memiliki Hadiah Marconi, Medali IEEE Alexander Graham Bell, Medali Faraday, dan tempat di National Inventors Hall of Fame Amerika Serikat. Internet di rumah Anda sedang berjalan di atas idenya saat ini, dan hampir tidak ada seorang pun di negara ini yang mengenal namanya. (*)
Editor : S. Anwar