Bakmi GM Berawal dari Warung di Pinggir Jalan, Jadi Bisnis Bernilai Triliunan

Reporter : Redaksi
Pendiri Bakmi GM

Imigran asal Tiongkok di balik resep Bakmi GM.

Berawal dari pasangan suami istri asal Tiongkok, Tjhai Sioe dan Loei Kwai Fong, yang hijrah ke Indonesia dan membuka warung mie kecil di kawasan Gajah Mada, Jakarta, pada tahun 1959.

Awalnya kedai itu bernama nama Bakmi Gajah Mada dan hanya menjual bakmi ayam, bakso, dan pangsit, dengan proses pembuatan mie yang masih tradisional menggunakan bambu. Warung sederhana yang hanya menampung sekitar 20 orang itu menjadi cikal bakal Bakmi GM.

Laris Usai Asian Games

Meski Warung Bakmi Gajah Mada hanya menjual bakmi ayam, bakso, dan pangsit dagangannya selalu laris hingga 100 mangkuk habis terjual setiap hari.

Nama Bakmi Gajah Mada makin dikenal luas setelah ramainya pengunjung saat Asian Games 1962 dan GANEFO 1963 di Jakarta. GANEFO adalah ajang olahraga internasional yang digagas Presiden Soekarno pada 1963 sebagai tandingan Olimpiade.

Ajang ini diikuti 51 negara dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Sempat Sepi, Berhasil Bangkit

Bakmi GM sempat tutup sementara pada tahun 1968 akibat pelebaran Jalan Gajah Mada dan pindah beroperasi ke Jalan Kejayaan, Jakarta Barat.

Pada tahun 1971, Bakmi GM membuka cabang pertama di Melawai, Jakarta Selatan. Meski awalnya sepi, inovasi menu seperti bakmi goreng, nasi goreng, hingga ayam cah jamur berhasil menarik lebih banyak pelanggan.

Jadi Raksasa Restoran Bakmi

Bakmi GM terus berekspansi dengan membuka cabang di MH Thamrin Jakarta pada tahun 1986 dan Pondok Indah Jakarta setelahnya. Memasuki era 1990-an, Bakmi GM berkembang menjadi jaringan restoran waralaba.

Bakmi GM melayani lebih dari 30.000 pelanggan per hari dengan demikian estimasi omzet harian mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar.

Bakmi GM Masuk Grup Djarum

Pada akhir tahun 2024, Bakmi GM menjadi sorotan setelah Grup Djarum disebut resmi mengakuisisi 85% saham PT Griya Mie Sejati, perusahaan induk Bakmi GM.

Nilai transaksi akuisisi tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 triliun hingga Rp 2,4 triliun. Langkah ini menarik perhatian publik karena Bakmi GM dikenal sebagai salah satu jaringan restoran

Dijual Karena Faktor Regenerasi

Bos Grup Djarum, Victor Rachmat Hartono, mengungkap akuisisi Bakmi GM terjadi tanpa rencana awal. Keluarga pendiri Bakmi GM memutuskan melepas bisnisnya karena faktor usia dan regenerasi.

Sebagian besar penerus usaha disebut sudah berusia 70-80 tahun dan telah lama menjalankan bisnis keluarga.

Proses penjualan dilakukan melalui limited bidding dan akhirnya dimenangkan oleh Grup Djarum. tahun dan telah lama menjalankan bisnis keluarga. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru