Siapa sangka, seorang anak kecil asal Indonesia mampu membuat para ulama dan juri internasional di Mesir menitikkan air mata. Dialah La Ode Musa Hanafi, hafiz cilik yang mengharumkan nama bangsa lewat lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Nama Musa mulai dikenal publik saat menjadi juara Hafiz Indonesia 2014. Saat itu usianya bahkan belum genap 6 tahun. Dengan suara lembut dan hafalan yang kuat, Musa mampu membaca Al-Qur’an tanpa ragu di depan jutaan penonton.
Prestasinya kemudian membawa Musa tampil di ajang Musabaqah Hifzil Qur’an Internasional di Sharm El-Sheikh, Mesir, tahun 2016. Di antara puluhan peserta dari berbagai negara, Musa menjadi peserta paling muda. Namun siapa sangka, kemampuannya justru membuat banyak orang kagum.
Para juri dibuat haru melihat seorang anak balita mampu melafalkan ayat demi ayat dengan tajwid yang begitu sempurna. Bahkan beberapa penonton terlihat menangis saat Musa tampil di atas panggung.
Dalam kompetisi bergengsi itu, Musa berhasil meraih Juara 3 Dunia dan membawa nama Indonesia bersinar di kancah internasional.
Tak hanya itu, Musa juga tercatat sebagai Hafiz 30 Juz termuda di Indonesia dan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Di bawah bimbingan kedua orang tuanya, ia juga menghafal berbagai hadis dan terus menjaga hafalannya sejak dini.
Kisah Musa menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk mencetak prestasi besar. Dari Bangka Belitung, Musa hadir sebagai inspirasi bagi jutaan keluarga muslim agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. (*)
Editor : Bambang Harianto