Rahasia Bisnis Holland Kalahkan Ratusan Bakery Lainnya

Reporter : Redaksi
Holland Bakery

Sebagai salah satu brand lokal yang sering dikira warisan kumpeni Belanda, tidak terasa umur Holland Bakery sudah lebih dari 45 tahun. Selama itu pula, di lebih dari 560 outletnya, lemper legend Holland nangkring jadi top tier produk yang paling cepat habis tiap hari.

Kok bisa lempernya jadi kecintaan sejuta umat. Padahal jelas-jelas mereka brand yang jualan roti.

Produk "Out of Menu" Tapi Bikin Gendut Revenue

Kalau di bisnis, hal seperti itu sudah biasa banget. Brand jualan apa, tapi demand tertingginya justru datang dari produk yang kelihatannya "cuma sampingan".

Tapi ingat! Demand tidak sama dengan profit. Kalau dibedah dari strategi product mix, ada tiga tier produk Holland Bakery. Hero product atau traffic driver, core product, dan high value product.

1. Hero Product/Traffic Driver

Produk ini tipikalnya selalu yang paling dicari, biasanya paling laris, dan punya emotional attachment tinggi di mata customer.

Minusnya, produk ini biasanya bukan yang paling mahal, marginnya bukan yang tertinggi, tapi kualitasnya harus dijaga terus. Contohnya di Holland adalah lemper ayam dan danish coklat belepotan.

2. Core Product

Tipe basic product yang jagain cash flow bisnis tetap stabil. Ciri-cirinya: produk standar, margin cukup sehat tapi bukan tertinggi, HPP-nya standar, demand tinggi, dan RO-nya konsisten.

Penjualan produk basic ini biasanya jadi penopang operasional harian seperti gaji, listrik, sewa, marketing, dan biaya produksi.

Contohnya di Holland: coklat/cheese john, kue basah, bolen, roti abon, dan produk roti/jajan harian lainnya.

3. High Value Product sebagai Profit Booster

Ini tipe produk yang paling bikin owner demen karena value transaksinya tinggi dan marginnya bisa paling tebal dari produk lain. Minusnya, dia lebih seasonal alias musiman.

Repeat order-nya tergantung event, effort produksinya lebih tinggi, dan biasanya jadi "produk termewah". Di Holland, contohnya cake ulang tahun.

Produk Laris Jangan Asal Diganti, Produk Viral Jangan Asal Digas

Hampir semua bisnis punya 3 layer produk semacam ini. Jualan gamis, yang paling sering repeat order malah ciput. Jualan sepatu, yang paling dicari justru talinya. Jualan sembako, yang bikin orang balik lagi ternyata bumbu.

Kalau ada produk kayak gitu, jangan langsung diganti, dikurangi, atau tiba-tiba dibikin mahal. Banyak owner salah strategi operasional akhirnya ngos-ngosan ngejar profit. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru