51 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Mulai Magang

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Pelepasan magang 51 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Pelepasan magang 51 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo
grosir-buah-surabaya

Sebanyak 51 mahasiswa da Buri Program Studi (Prodi) S-1 Akutansi dan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) mulai melaksanakan magang di desa-desa yang ada di 14 kecamatan di Kabupaten Ponorogo. Pelepasan peserta magang tersebut dilaksanakan pada Senin siang (2/3/2026) di halaman Plaza Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

51 mahasiswa Prodi S-1 Akutansi dan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo tersebut dilepas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, disaksikan oleh rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan jajarannya.

Magang akan dilaksanakan selama 4 bulan, dengan fokus utamanya ialah pendampingan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi SREET (Sistem Rekam Ekonomi Elektronik Terpadu).

Nur Sayidatul Mutiah selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Akutansi Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengatakan, kegiatan magang ini adalah program magang berdampak yang dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo mulai 2 Maret hingga 15 Juli 2026.

“Alhamdulillah kita bekerja sama dengan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), dengan harapan program magang ini, mahasiswa bisa membantu para Bumdes dalam menyusun laporan keuangan yang trasparan, akuntabel dan bisa digunakan untuk pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan,” kata Nur Sayidatul Mutiah. 

Masih menurut Nur Sayidatul Mutiah, tujuan magang berdampak adalah bekerja sama dengan DPMD Ponorogo agar BumDes mampu menyusun laporan keuangan menggunakan digitalisasi, sehingga laporan keuangannya bisa secara uptodate (terkini) dan digunakan untuk pemangku kepentingan khususnya dalam memantau keuangan dalam organisasi khususnya di Bumdes.

“Hal ini sebagai pertanggung jawaban Bumdes. Karena pengelolaan dana berasal dari desa. Sehingga mereka harus menyusun laporan keuangan tersebut. Mahasiswa bisa mengimplementasikan materi yang diperoleh selama perkuliahan terkait dengan pemerintahan laporan keuangan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sugeng Wibowo selaku Pembantu Rektor III bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo mengatakan, magang berdampak merupakan realisasi pendidikan dengan dunia kerja. Juga sebagai tolok ukur indikator untuk qualified control. 

"Jadi nanti peserta akan bisa mengukur bisa mengcover kegiatan di lapangan apa tidak. Pesan saya kegiatan magang berdampak ini mohon dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Seoptimal mungkin, dan berpikir salah satu diantaranya adalah program KWU (kewirausahaan). Dan jangan lupa, puasa dan sergep doa,” harapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Ponorogo, Toni Sumarson menyampaikan bahwa Universitas Muhammadiyah Ponorogo bisa bersama-sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ponorogo untuk mengoptimalisasikan BUMDES agar betul-betul bisa berjalan dan melaporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  

“Dengan pembekalan yang telah adik-adik terima selama ini, besar harapan kami dari Pemerintah Kabupaten khususnya DPMD Ponorogo bisa memberi motivasi kepada para Direktur Bumdes untuk melaporkan kegiatan yang telah diamanatkan Pemerintah Desa kepada Bumdes dalam menggerakkan perekomnomian yang ada di desa,” ucapnya. 

cctv-mojokerto-liem

Toni Sumarson menyampaikan terima kasih karena kegiatan magang berdampak ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

"Semoga menjadi barometer perekonomian yang ada di Ponorogo melalui Bumdes," ucap Toni Sumarson.

Bambang Suhendro mewakili Plt Bupati Ponorogo mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang telah mengadakan kegiatan magang berdampak.

Plt Bupati Ponorogo menegaskan, magang berdampak sangat berguna bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh langsung ke dunia nyata terutama ke Bumdes, sehingga mahasiswa yang ahli akuntansi bisa menerapkannya di masing-masing Bumdes. 

“Yang jurusan ilmu pembangunan diarahkan ke OPD-OPD (organisasi perangkat daerah) di Kabupaten Ponorogo. Harapan kami simboisis mutualisme ini berjalan terus. Jangan hanya sesaat, karena mahasiswa perlu melihat dunia nyata dari teori kemudian diterapkan aplikasinya melalui ilmu yang sesungguhnya,” terangnya. 

Ia berharap, perguran tinggi yang lain memanfaatkan momen ini dengan membuat even yang ada kaitannya dengan aplikasi ilmu yang diperoleh dari teori di dunia pendidikan.

Di akhir sambutannya, Bambang Suhendro berpesan agar peserta magang menggunakan waktu sebaik-baiknya. 

“Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi nyata antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah khususnya dalam rangka mendukung penguatan tata pemberdayaan masyarakat dan desa,” pungkasnya. (*)