Kisah Niken, Anak Penggembala Kambing yang Berprestasi di Fashion Show UNESA 2026
Mahasiswa Program Studi D-4 Vocational Fashion Design (Tata Busana), Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar pagelaran busana (fashion show) di Mal Ciputra World Surabaya pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Ajang tahunan ini diikuti 146 peserta, yang semuanya merupakan mahasiswa Program Studi D-4 Vocational Fashion Design.
Tema yang diusung dalam pagelaran busana ke 5 tahun 2026 ini ialah "ANAMNESIS : Memories, Time, Remembrance", yakni perjalanan tentang memori, identitas, dan cerita yang diterjemahkan melalui karya dan fashion. Para peserta unjuk karya terbaiknya sebagai wujud untuk memperkenalkan kreativitas dan pencapaiannya di hadapan penonton dan khalayak umum khususnya pegiat mode.
Salah satu peserta yang menarik perhatian ialah Niken Eka Firnanda, mahasiswi asal Dusun Bakung, Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, tak membuat Niken Eka Firnanda minder untuk bersaing dengan 145 peserta lain di ajang fashion show ANAMNESIS tersebut.
Orang tua Niken Eka Firnanda hanya pengembala kambing di Desa Cendoro. Kendati begitu, Wasis selaku ayah Niken Eka Firnanda terus berjuang untuk mencukupi kebutuhan pendidikan putrinya tersebut dalam Program Studi D-4 Vocational Fashion Design (Tata Busana), Fakultas Vokasi, Universitas Negeri Surabaya.
Melihat kenyataan ekonomi keluarganya itu, Niken Eka Firnanda tak mau mengecewakan orang tuanya. Berkat perjuangan disertai doa dari orang tuanya, dan tentu ketekunan Niken Eka Firnanda untuk terus belajar, karya desain mode ciptaan Niken Eka Firnanda berhasil masuk nominasi 6 besar dalam fashion show ANAMNESIS 2026.
Bagi Niken Eka Firnanda, ini menjadi pencapaian. Tapi bagi orang tuanya, ada rasa bangga sekaligus haru karena jerih payah anaknya bisa menembus 6 besar di ajang fashion show ANAMNESIS 2026.
Keberhasilan Niken menembus 6 besar di ajang fashion show tersebut menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Niken menceritakan perjuangannya dalam menempuh pendidikan tinggi dan menggapai cita-cita di bidang desain mode. Ia terus berusaha mengembangkan kemampuan dan menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, serta semangat pantang menyerah.
Sedangkan bagi Wasis, meski sering kali dihadapkan dengan keterbatasan biaya pendidikan anaknya tersebut, ia tetap bekerja keras agar Niken memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Keberhasilan Niken masuk 6 besar ANAMNESIS UNESA 2026 bukan sekadar pencapaian dalam sebuah ajang pergelaran busana. Prestasi itu menjadi buah dari perjuangan, doa, dan pengorbanan yang selama ini mengiringi langkah Niken.
Wasis mengaku bangga atas capaian putrinya. Ia berharap Niken terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia juga berharap putrinya kelak mampu mewujudkan cita-cita menjadi desainer profesional yang sukses.
Masuk 6 besar fashion show ANAMNESIS 2026 menjadi langkah awal bagi Niken Eka Firnada untuk melangkah lebih jauh. Di balik pencapaian itu, ada Wasis, seorang ayah yang tak menyerah menggembala domba demi menjaga harapan dan pendidikan anaknya tetap berjalan. (*)
Editor : Redaksi