Cara Hapus Jejak Digital di Internel
Kamu bisa hapus 98% jejak digitalmu di internet. Setelah menghapus jejak digitalmu di internet, identitasmu bakal hilang di internet. Semua foto dan informasi yang sekiranya rahasia bisa hilang.
Ini langkah-langkahnya :
1. Cek email yang sudah ikut bocor ke mana aja
Tiap kali satu perusahaan kena hack, email dan password penggunanya ikut kesebar. Kebanyakan orang tidak pernah tahu namanya ada di daftar itu.
Caranya: buka haveibeenpwned. com, lalu masukin email kamu.
Yang muncul itu daftar kebocoran yang melibatkan email kamu. Biasanya 5 sampai 15, dan kamu tidak pernah mendengar satupun namanya.
Habis itu ganti password tiap akun yang muncul. Yang paling bahaya bukan yang bocor, tapi password yang kamu pakai ulang di tempat lain.
2. Cek NIK kamu dipakai daftar nomor handphone siapa
Satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) cuma boleh dipakai buat 3 nomor prabayar. Masalahnya NIK orang sering dicatut buat daftar nomor yang dia tidak pernah pegang.
Telkomsel: telkomsel.com/cek-prepaid XL: dial *123*4444#, pilih Cek Nomor IM3 dan Tri: SMS INFO#NIK ke 4444
Kalau keluar nomor yang kamu tidak kenal, bawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) kami ke gerai operatornya dan minta nomor itu diputus.
3. Hapus nomor handphone kamu dari Truecaller
Nomor kamu bisa ada di sana walaupun kamu tidak pernah install aplikasinya. Yang menyetorkan bukan kamu, tapi orang lain yang menyimpan nomor kamu di kontaknya.
Caranya: buka truecaller. com/unlisting, masukin nomor kamu pakai kode negara, isi captcha, pilih alasan, submit.
Nomor kamu hilang dari database mereka dalam 24 sampe 48 jam.
Kalau kamu masih pakai aplikasinya, matikan akun kamu dulu. Hapus aplikasi saja tidak ngefek
4. Suruh Google buang data pribadi kamu dari hasil pencarian
Google punya alat namanya Results about you yang hampir tidak ada yang pakai. Dia mencari hasil yang menampilkan nomor HP, email, atau alamat rumahmu, terus kamu tinggal minta hapus.
Caranya: buka goo.gle/resultsaboutyou, atau tap foto profilmu di aplikasi Google, pilih Results about you.
Sejak Februari 2026, alat ini juga menerima permintaan hapus buat nomor dokumen resmi kayak paspor.
5. Hapus riwayat Google kamu, terus matikan perekamannya
Hapus saja percuma kalau besok Google-nya merekam lagi dari nol. Dua-duanya harus dikerjain.
Hapus : buka app Gmail, tap foto profil, Manage your Google Account, Data dan privacy, History settings, My Activity, Delete, All time.
Matikan : masih di History settings yang sama, matikan Web & App Activity, Location History, sama YouTube History. Ketiganya.
6. Buru akun lama yang kamu lupa pernah bikin
Kamu sudah daftar ke ratusan situs bertahun-tahun. Kebanyakan masih hidup dan masih menyimpan nama, email, dan kadang alamat kamu.
Caranya: buka Gmail, ketik verify your email di kolom pencarian. Tiap hasil yang keluar itu satu akun yang masih aktif.
Login satu-satu, masuk Settings, cari Delete account.
Kalau tombol hapusnya sengaja disusahin, buka justdeleteme.xyz. Isinya link hapus akun langsung buat ratusan layanan.
7. Bersihkan postingan sama foto lama kamu
Semua yang kamu posting bertahun-tahun lalu tetap bisa dicari orang sampai kamu hapus sendiri.
X : pake TweetDelete, otomatis bersihin apapun yang lebih dari 30 hari.
Reddit : pake Redact, komentar kamu ke-overwrite dulu sebelum dihapus, jadi tidak bisa ditarik balik.
Facebook : buka Activity Log, filter per tahun, bersihin.
Buat foto : buka images.google. com, klik ikon kamera, upload foto kamu. Yang keluar itu situs yang masih menyimpan foto itu
8. Tutup pintunya biar tidak kotor lagi
Tujuh langkah di atas cuma membersihkan yang sudah kejadian. Yang bikin data kamu bocor lagi itu kebiasaan pakai satu email buat semua pendaftaran.
Mulai sekarang, pakai alamat samaran tiap daftar layanan baru.
iPhone : tiap ada tombol Sign in with Apple, pakai itu. Dia bikin alamat samaran otomatis, gratis.
HP apapun: pake SimpleLogin atau addy.io. Gratis, bikin alamat baru tiap daftar.
Pas satu alamat samaran mulai dikirimin spam, kamu tau persis layanan mana yang jual data kamu. (*)
Editor : S. Anwar