Profil Egistya Pranda Penerima Adhi Makayasa AAL Angkatan 59
Kapten Laut Egistya Pranda merupakan perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Dia lahir di Kota Surabaya, pada 26 Maret 1992. Kapten Laut Egistya Pranda adalah lulusan terbaik penerima Adhi Makayasa Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 59 tahun 2014.
Selama pendidikan taruna, beberapa penghargaan kadet disabetnya. Di antaranya, dua medali emas kategori Tri Sakti Wiratama dan Dira Trengginas serta perak kategori Ati Tanggap. Aspek akademis selama menuntut ilmu setahun di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan tiga tahun di Akademi Angkatan Laut (AAL) terhitung cemerlang. IPK-nya 3,64 sehingga dia lulus dengan predikat cum laude. Selain pangkat, dia berhak menyandang gelar sarjana teknik pertahanan ST Han.
Untuk kepemimpinan, Egis dipercaya Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) seangkatannya sebagai komandan resimen korps taruna. Sedangkan nilai lebih Egis berupa penguasaan bahasa asing, bahasa Inggris, Prancis, dan bahasa Jepang. Keahlian dalam berbahasa Jepang diperolehnya ketika mendapat beasiswa dari Nippon Defense Academy (NDA). Lantaran sesuatu hal terkait izin, program itu urung berlanjut dan Egis memilih berfokus di Akademi Angkatan Laut (AAL).
Hal menonjol saat pendidikan taruna, Kapten Laut Egistya Pranda mendapat kesempatan langka. Dia bersama taruna angkatan 59 terlibat pelayaran keliling dunia Kartika Jala Krida. Meski hanya merasakan rute keliling di Amerika Serikat, dia merasa bangga. Saat itu keterbatasan kurikulum membuat pendidikan taruna tidak bisa berlama-lama di luar kelas.
Kebanggaan lain paja berhobi otomotif itu adalah lolos seleksi satuan tugas Maritime Task Force (MTF). Satgas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil, Pasukan Sementara PBB di Lebanon). Sebagai paja yang baru diwisuda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam upacara Prasetya Perwira pada 26 Juni 2014 di kampus Maguwo, AAU, Jogjakarta, bukan perkara mudah masuk satgas MTF.
Tidak banyak paja setelah on job training di detasemen markas atau pos lain yang ditempatkan di kapal perang kategori kombatan. Apalagi di KRI yang mendapat penugasan internasional. Di KRI bernomor lambung 367 itu, Kapten Laut Egistya Pranda menjadi perwira Divisi Senjata Atas Air. Kemampuan di atas rata-rata praktis mendukung prestasi Egis. Dia mengakui capaian itu didapat berkat pesan-pesan yang dilontarkan SBY ketika pembekalan praspa.
RIWAYAT PENDIDIKAN
- SMA Taruna Nusantara (TN-18) (2010)
- AAL (2014)
- Surface Warfare Officers School (SWOS) di Amerika Serikat dengan Predikat : Honor Graduate (2019)
RIWAYAT JABATAN
Aide-de-Camp (ADC) Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
KELUARGA
Kapten Laut Egistya Pranda adalah anak pertama di antara dua bersaudara. Ayahnya, Laksma TNI (Purn) Sugiarto, malang melintang di dunia administrasi personel Mabes TNI-AL. Begitu pula sang ibu, Kapten Laut (KH/W) Lisda Rusyanti, bergelut di bidang serupa.
Yang membedakan, korps Egistya Pranda ketika menjalani pendidikan taruna adalah korps pelaut. Peluang dia berkarir bisa melebihi ayahnya. Apalagi tidak sedikit penerima gelar bergengsi Adhi Makayasa yang menjadi tokoh nasional. Apalagi jurusan yang dipilihnya, yakni pelaut, merupakan jalan lempang untuk menjadi laksamana (setara jenderal bintang empat).
Pada 29 Juni 2024, Egistya Pranda menikah dengan Ayasha Kirana Nusantoro. (*)
Editor : S. Anwar