Praka Aprianus Gugur Ditembak Organisasi Papua Merdeka
Pemberontak Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III/Ndugama, mengeklaim menembak gugur seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Praka Aprianus.
Dalam kemelut pertempuran itu, pasukan TNI langsung melakukan penetrasi ke arah zona pemberontak OPM, hingga mengakibatkan dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) mati tertembak. Beberapa saat kemudian, bunyi letusan senjata api berakhir. Gerombolan sipil bersenjata melarikan diri sembunyi masuk belukar.
Insiden itu terjadi tatkala berlangsung konfrontasi senjata antara Satgas Yonif 611/Awang Long (AWL), dimana korban Praka Aprianus bergabung dalam tugas melawan separtis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah dataran tinggi Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Rabu (29/04/2026) sekira pukul 09.55 WIT.
Informasi gugurnya prajurit TNI berparas ganteng dengan postur gagah tinggi besar itu dikirim juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui pesan pendek kepada koresponden, pada Kamis (30/04/2036) pukul 17.13. Dia juga melengkapi dengan beberapa foto korban semasa bertugas di Papua.
Namun, Sambom tidak memberikan komentar saat dimintai konfirmasi terkait kematian dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam insiden itu. Dia cenderung berpropaganda dengan menyebut, gugurnya bunga bangsa itu akibat tertembak di bagian lehernya.
"Detilnya nanti, belum diumumkan," kata Sambom pendek.
Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, belum merespon saat dimintai konfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut.
Praka Aprianus (25 tahun) merupakan putra asli kelahiran Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Dia bertugas di Yonif 611/ Awang Long, di bawah komando Kodam VI/ Mulawarman.
Kepastian gugurnya Praka Aprianus di medan perang dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut, telah mendapat penegasan dari Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono.
"Betul, Praka Aprianus, seorang prajurit asal Sintang, gugur saat bertugas di Papua," ujar Letkol Arm Anggit Wijaksono.
Direncanakan jenazah almarhum akan diterbangkan dari Papua menuju Pontianak pada Kamis (30/04/2026).
Setelah itu, jenazah akan dibawa ke Kabupaten Sintang melalui jalur darat, untuk dimakamkan secara layak di kampung halamannya. (fin)
Editor : Redaksi