Zoroaster, Agama Kuno dari Persia yang Didirikan Nabi Zarathustra

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Zoroaster
Zoroaster
grosir-buah-surabaya

Pernahkah Anda membayangkan bahwa konsep surga, neraka, malaikat, setan, hingga jembatan shirath sudah ada ribuan tahun sebelum agama samawi? Itulah Zoroaster, agama kuno dari Persia yang didirikan Nabi Zarathustra sekitar 3.000 tahun lalu. Pernah menjadi agama resmi Kekaisaran Persia selama seribu tahun, dengan kitab suci Avesta. 

Persamaannya dengan Islam, Kristen, dan Yahudi sangat mencolok : 

1. Monoteisme

Tuhannya satu, bernama Ahura Mazda, Tuhan yang Maha Bijaksana, pencipta langit dan bumi. 

2. Malaikat dan Setan

Ada 7 malaikat utama bernama Amesha Spenta dan roh jahat bernama Daeva yang dipimpin Angra Mainyu. 

3. Surga dan Neraka 

Surga disebut House of Song, neraka disebut House of Lies. 

4. Jembatan Setelah Kematian

Setiap jiwa harus melewati Jembatan Chinvat. Bagi orang baik jembatan melebar menuju surga, bagi orang jahat menyempit setajam pisau lalu jatuh ke neraka. Sangat mirip dengan Shirath. 

5. Hari akhir

Meyakini akan datang juru selamat bernama Saoshyant yang lahir dari perawan, membangkitkan orang mati dan mengadakan pengadilan akhir. 

Mengapa bisa mirip? Sejarah mencatat bangsa Yahudi pernah hidup 200 tahun di bawah kekuasaan Persia setelah dibebaskan Raja Koresh Agung. Di masa itulah terjadi pertemuan pemikiran yang kemudian memperkaya teologi Yahudi, Kristen, dan Islam. 

Kini pengikut Zoroaster hanya tersisa sekitar 100 ribu orang, sebagian besar di India sebagai Parsi dan di Iran. Namun jejaknya tetap hidup hingga hari ini. 

Mempelajarinya bukan tentang siapa meniru siapa, melainkan tentang kesadaran bahwa pencarian manusia akan Tuhan dan kehidupan setelah mati adalah pencarian yang sama sejak ribuan tahun lalu. (*)