Klasifikasi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi
Perdana Menteri Italia menghibahkan Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. Kapal induk ini telah bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026), setelah sebelumnya memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
Kedatangan Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi disambut Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI), Sjafrie Sjamsoeddin dan Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Utut Adianto didampingi Wakil Panglima TNI, beserta Kepala Staf Angkatan.
Setelah bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026, dalam pelayarannya kapal ini telah melalui rute global strategis selama 25 hari dengan jarak tempuh 6.870 Nm melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia. Sedangkan negara-negara yang disinggahi untuk pengisian ulang logistik, bahan bakar (refuelling), maupun layanan teknis yaitu Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka.
Adapun klasifikasi dari ITS Giuseppe Garibaldi ini yaitu memiliki panjang 180,2 meter, lebar 33,4 meter, draft 6,7 meter, dan berat 13.850 ton. Dengan sistem pendorong yang terdiri dari Combined Gas Turbine and Gas Turbine (COGAG) dan 4 Turbin Gas General Electric/Avio LM2500, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi menghasilkan daya 81.000 tenaga kuda dengan kecepatan maksimal 30 knot.
Untuk jarak jelajahnya 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot, dan kapasitas angkutnya sanggup membawa lebih dari 10-18 helikopter kelas menengah/berat, drone serta mengakomodasi hingga 830 personel gabungan.
Setelah diterima Indonesia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi akan diubah menjadi KRI Sriwijaya oleh TNI Angkatan Laut. Nama tersebut untuk menghormati sejarah kerajaan maritim besar di Nusantara.
Dimensi dan Bobot :
- Panjang Total : 180,2 meter
- Lebar Lambung : 33,4 meterDraft (Kedalaman di Bawah Air) : 6,7 meter.
- Bobot Standar : 10.100 ton.
- Bobot Penuh : 14.150 ton.
SISTEM PROPULSI & PERFORMA
- Mesin Utama: Sistem COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) dengan 4 turbin gas General Electric Avio LM2500.
- Total Daya : 81.000 tenaga kuda (shaft horsepower).
- Kecepatan Maksimal: 30 knot.
- Jarak Jelajah: 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis 20 knot.
KAPASITAS ANGKUT AIR dan UDARA :
Fasilitas Dek : Dilengkapi dengan dek penerbangan sepanjang 174 meter yang memiliki sudut landasan pacu ski-jump 6,5 derajat untuk lepas landas.
Kapasitas Helikopter: Mampu membawa 10 hingga 18 helikopter ukuran sedang atau berat (seperti varian AgustaWestland).
Personel : Dapat menampung hingga 830 personel gabungan termasuk awak kapal, kru penerbang, dan pasukan komando penanganan bencana/militer.
Tidak seperti kapal induk modern Amerika Serikat yang sangat bergantung pada kawalan armada t3mpur lain, KRI Sriwijaya (eks ITS Giuseppe Garibaldi) dirancang dengan sistem pertahanan diri mandiri (self-defense) yang sangat masif.
1. Sistem Pertahanan Udara (Anti-Pesawat & Rudal)
Sistem Rudal SAM Albatros/Aspide: Kapal ini dipersenjatai dengan 2 peluncur rudal delapan sel (octuple launchers) Mk.29. Sistem ini membawa total 48 rudal Selenia Aspide (rudal kendali radar semi-aktif) dengan jangkauan tembak hingga 14 kilometer untuk merontokkan pesawat musuh atau rudal jelajah yang mendekat.
2. Sistem Pertahanan Titik Jarak Dekat (CIWS)
Meriam Otomatis Breda 40mm/70 DARDO: Terdapat 3 menara meriam kembar (total 6 laras) Close-In Weapon System (CIWS) berkaliber 40mm buatan Oto Melara. Meriam ini memiliki kecepatan tembak sangat tinggi dan terintegrasi dengan radar pengendali tembakan Dardo untuk menghancurkan proyektil atau rudal anti-kapal musuh yang berhasil lolos dari lapisan pertahanan luar, dengan jangkauan efektif hingga 4 kilometer.
3. Sistem Pertahanan Bawah Air (Anti-Submarine)
Peluncur Torpedo ILAS-3: Untuk menangkal ancaman kapal selam, kapal ini dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo tiga tabung (triple tube) berukuran 324 mm. Tabung ini dapat meluncurkan torpedo ringan jenis Whitehead A244/S atau Mk.46.
4. Sistem Perang Elektronik & Penanggulangan (Countermeasures).
- Peluncur Umpan SCLAR OTO Melara : 2 peluncur berlaras 20 untuk menembakkan chaff, suar (flare), atau decoy guna mengecoh sistem pemandu rudal musuh.
- AN/SLQ-25 Nixie: Sistem umpan torpedo seret (towed torpedo decoy) untuk mengalihkan sasaran torpedo akustik musuh agar menjauh dari badan kapal induk. (*)
Editor : S. Anwar