RKH Abd Majid merupakan sosok ulama yang paling di segani dalam bidang kelimuannya terutama di wilayah Madura. Perkembangan keilmuan di Madura khususnya di Pamekasan tidak terlepas dari peran seorang ulama kharismatik itu. Bahkan, di zamannnya, Pendiri Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata itu menjadi rujukan hampir seluruh ulama di wilayah Madura.
RKH Abd Majid mendirikan Ponpes Mambaul Ulum Bata Bata setelah pindah dari tanah kelahirannya, yakni Ponpes Banyuanyar. Sejak tahun 1943 M sampai dengan 1957 M, putra RKH Abd Hamid bin Istbat itu mengayomi para santrinya.
Pada saat itu, jumlah santri sekitar 700. RKH Abd Majid mengasuh dan mendidik santrinya tidak begitu lama, yakni 14 tahun. Sebab, pada tahun 1364 H/ 1957 M, beliau berpulang ke rahmatullah. Rendung duka menyelimuti Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata Bata.
Kendati demikian, ada salah satu riwayat menceritakan bahwa meski RKH Abd Majid sudah wafat, beliau masih menyalurkan ilmunya. Riwayat tersebut diceritakan oleh KH. Rowatib, Pengasuh PP Nurul Islam Pasangger. KH. Rowatib menceritakan, pada suatu hari RKH Abd Hamid Baqir (putra Alm KH Abd Majid) pergi ke Makkah bersama KH. Abd Bari.
Di tengah perjalanan, ada salah satu penumpang yang mempunyai masalah agama dan sulit untuk menemukan jawabannya. Akhirnya, dalam rombongan tersebut diadakan musyawarah untuk menjawab permasalahan agama tersebut.
Mendengar permasalahan tersebut, RKH. Abd Hamid Baqir langsung menjawab dan memutuskan dengan baik. Tak lama kemudian, KH Abd Bari bertanya kepada RKH Abd Hamid Baqir perihal jawaban atas pertanyaan tersebut.
Dengan tenang RKH Abd Hamid Baqir menjawab, “Dul, waktu aku diskusi tadi, aku dihadiri K. Majid. Hingga aku bisa menjawab semua permasalahan itu,” tuturnya.
Inilah sekilas cerita tentang Alm. RKH Abd Majid bin Abd Hamid bin Istbat semasa hidup dan setelah wafatnya. (*)
Editor : Zainuddin Qodir