Marak Kencingan BBM Subsidi di Wilayah Hukum Polres Tanjung Perak Surabaya

avatar Mahmud
  • URL berhasil dicopy
Dugaan kencingan BBM subsidi yang dilakukan oleh oknum Sopir Pertamina
Dugaan kencingan BBM subsidi yang dilakukan oleh oknum Sopir Pertamina
grosir-buah-surabaya

Aksi nakal oknum sopir truk tangki bahan bakar minyak (BBM)  Pertamina diperlihatkan secara vulgar. Sopir tersebut secara terang-terangan melakukan aksi nakalnya dengan mengurangi muatan tangki bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebelum dibongkar ke tempat tujuan, atau istilah umumnya kencingan.

Aksi oknum sopir tersebut terekam oleh kamera wartawan. Oknum sopir truk tangki BBM Pertamina tersebut tidak bekerja sendirian dalam melakukan kencingan BBM. Terdapat beberapa orang yang ikut membantunya.

Diduga kuat, beberapa orang tersebut merupakan sindikat yang bekerjasama dengan oknum sopir truk tangki BBM Pertamina. Dengan cekatan, mereka memindahkan atau kencingan BBM dari tangki BBM Pertamina ke beberapa jerigen yang telah disediakan dengan menggunakan selang. 

Aksi yang berlangsung beberapa jam ini tidak jarang dilihat beberapa pengendara motor dan mobil. Namun, mereka tidak was-was dan tidak takut ditangkap oleh aparat Kepolisian dari Polres Tanjung Perak atau Polda Jawa Timur.

Seorang yang sering mengetahui praktik curang berupa kencingan BBM truk tangki Pertamina ini menjelaskan, aksi mereka dilakukan pada sore hari dan pagi hari. Sore hari, mereka beraksi mulai jam 19.00 WIB sampai jam 20.00 WIB. Kemudian jeda. Lalu beraksi lagi pada jam 21.00 WIB sampai jam 22.00 WIB.

cctv-mojokerto-liem

“Jika pagi hari, beraksi pada jam 04.00 sampai jam 06.00 WIB. Kencingan BBM dari truk tangki BBM subsidi Pertamina terjadi wilayah Perak Surabaya,” jelasnya narasumber kepada Lintasperkoro yang identitasnya diminta dirahasiakan demi keselamatan jiwanya.

Kata dia, setelah beberapa jerigan penuh dengan BBM subsidi hasil kencingan, kemudian jerigen tersebut dipindah ke tempat penimbunan yang tak jauh dari lokasi. Aksi ilegal berupa kencingan BBM dari truk tangki BBM Pertamina tersebut, kata dia, dilakukan hampir setiap hari.

“Itu kayak sindikat, seperti pemain lama yang tahu betul cara lakukan kencingan BBM. Sayangnya tidak dilakukan penangkapan oleh Polisi,” katanya. (*)