Kecap Oishii Bekasi Tembus Pasar Arab Saudi

Reporter : M Ruslan
Pelepasan ekspor Kecap Oishii

Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) asal Kabupaten Bekasi, CV Ikapeksi Agro Industri, berhasil membawa produk Kecap Oishii menembus pasar internasional. Melalui pendampingan dan asistensi Bea Cukai, UMKM ini mampu melaksanakan ekspor secara mandiri dan berkelanjutan ke Arab Saudi, sekaligus menjadi contoh nyata peran Bea Cukai dalam mendorong UMKM berorientasi ekspor.

CV Ikapeksi Agro Industri berdiri pada tahun 2017, dan bergerak di bidang pangan olahan. Pendiri usaha, Nurjannah Dongoran, melihat peluang besar pada produk kecap yang dekat dengan keseharian masyarakat. 

“Setiap rumah pasti memiliki kecap di dapurnya, sehingga kami berpikir peluangnya besar dan tidak akan sulit untuk memasarkannya,” ujar Nurjannah Dongoran.

Berbekal latar belakang pendidikan di bidang pangan, Nurjannah menghadirkan kecap berbahan alami tanpa aditif. Kecap Oishii dibuat dari kedelai lokal non-GMO yang difermentasi dengan gula kelapa dan rempah-rempah asli Indonesia, seperti jahe, sereh, lengkuas, dan bawang putih. Produk ini memiliki masa simpan 18 bulan, bebas gluten, serta telah mengantongi sertifikasi halal, SNI, dan HACCP. “Bahan baku kecap ini pun 100�ri dalam negeri, kami memiliki komitmen untuk men-support petani lokal khususnya petani kedelai non-GMO di daerah Bantul,” tambah Nurjannah Dongoran.

Dalam mengembangkan usaha, CV Ikapeksi Agro Industri aktif mengikuti pameran dan pelatihan ekspor, termasuk Pelatihan Ekspor ECP 2021. Seiring berjalannya waktu, UMKM ini mendapatkan pendampingan dari berbagai instansi, salah satunya Bea Cukai.

“Para petugas Bea Cukai memberikan pelatihan untuk kami yang baru memulai ekspor terkait legalitas dan sertifikat yang dibutuhkan. Kami dibantu terkait persyaratan yang perlu dipenuhi untuk ekspor dan dilatih agar dapat ekspor secara mandiri,” terang Nurjannah Dongoran.

Pendampingan tersebut membuahkan hasil. Pada 28 Desember 2022, CV Ikapeksi Agro Industri sukses melaksanakan ekspor perdana mandiri sebanyak 1 kontainer 20 feet kecap Oishii ke Arab Saudi. Hingga Juni 2025, ekspor terus berlanjut dengan total pengiriman 2 kontainer 20 feet dan 4 kontainer 40 feet.“Keberhasilan ekspor tergantung pada semangat dan kegigihan orang-orang di balik CV Ikapeksi Agro Industri sejak saat pembinaan,” papar Nurjannah.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyampaikan bahwa keberhasilan Kecap Oishii mencerminkan komitmen Bea Cukai dalam mendukung UMKM secara nasional. 

“Melalui program asistensi ekspor, Klinik Ekspor, dan agen fasilitas, Bea Cukai secara konsisten mendorong UMKM agar mampu menembus pasar global secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Budi, pendampingan Bea Cukai mencakup edukasi prosedur dan ketentuan ekspor, perizinan, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan jejaring usaha.

“Kami berharap keberhasilan CV Ikapeksi Agro Industri dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di berbagai daerah untuk berani melangkah ke pasar internasional, sehingga mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru