Kisah tragis terjadi di rumah kos yang beralamat di Jalan Kedondong, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Seorang wanita bernama Mayga Triya Wanda Ayu alias Mega (25 tahun), tewas di kamar kos tersebut pada Rabu, 20 Agustus 2025 sekira pukul 00.30 WIB. Wanda Ayu alias Mega ialah warga Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Pembunuhnya ialah kekasihnya bernama Muchammad Khoirus Sholichin (29 tahun). Kejadian pembunuhan ini berawal pada Selasa, 19 Agustus 2025 sekira pukul 19.00 WIB. Kala itu, Muchammad Khoirus Sholichin pulang kerja lalu menuju kamar kos yang disewanya bersama Mayga Triya Wanda Ayu alias Mega (selanjutnya disebut korban) yang beralamat di Jalan Kedondong, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Puji Rahayu di Desa Mulyoagung Divonis 15 Tahun Penjara
Sesampainya di kamar kos (kamar kos nomor 5), Muchammad Khoirus Sholichin bertemu dengan Mayga Triya Wanda Ayu. Muchammad Khoirus Sholichin mandi. Selesai mandi, Muchammad Khoirus Sholichin memasak mie dan nasi lalu makan bersama Mayga Triya Wanda Ayu.
Sekira pukul 20.30 WIB, Muchammad Khoirus Sholichin dan Mayga Triya Wanda Ayu keluar kos untuk mencari lampu di Toko Mr DIY Kota Blitar. Selesai membeli lampu, Muchammad Khoirus Sholichin dan Mayga Triya Wanda Ayu kembali ke kos.
Sesampainya di kamar kos, Muchammad Khoirus Sholichin memasang lampu dan merokok bersama Mayga Triya Wanda Ayu. Selanjutnya Mayga Triya Wanda Ayu mengajak Muchammad Khoirus Sholichin minum-minuman keras, dan Muchammad Khoirus Sholichin mengiyakannya.
Mayga Triya Wanda Ayu memesan minuman keras melalui Whatsapp-nya. Sekira pukul 22.45 WIB, ada orang yang datang ke kamar kos mengantarkan minuman keras jenis Arak Bali sebanyak 1 botol ukuran 600 ml dan 1 botol minuman sprite. Selanjutnya Muchammad Khoirus Sholichin mencampur dua minuman tersebut lalu minum bersama Mayga Triya Wanda Ayu.
Sekira pukul 00.30 WIB, saat Muchammad Khoirus Sholichin sudah terpengaruh minuman keras, Mayga Triya Wanda Ayu mengajak Muchammad Khoirus Sholichin berhubungan badan. Pada saat berhubungan badan dengan Mayga Triya Wanda Ayu, Muchammad Khoirus Sholichin mengeluarkan spermanya di luar kemaluan korban.
Mengetahui itu, Mayga Triya Wanda Ayu merasa emosi dan kesal kepada Muchammad Khoirus Sholichin, sehingga terjadi cekcok antara Muchammad Khoirus Sholichin dengan Mayga Triya Wanda Ayu.
Mayga Triya Wanda Ayu mengatakan kepada Muchammad Khoirus Sholichin yang pada intinya Muchammad Khoirus Sholichin tidak memahami apa yang diinginkan Mayga Triya Wanda Ayu.
Selesai berhubungan badan, Mayga Triya Wanda Ayu ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah itu, Mayga Triya Wanda Ayu menarik Muchammad Khoirus Sholichin dan mengguyurkan air ke Muchammad Khoirus Sholichin.
Selanjutnya Muchammad Khoirus Sholichin dan Mayga Triya Wanda Ayu memakai pakaian, lalu Muchammad Khoirus Sholichin melihat korban memakai jaket dan membawa tas hendak keluar kamar.
Mengetahui itu, Muchammad Khoirus Sholichin langsung beranjak menuju pintu kamar kos dan mencabut kuncinya. Kemudian Muchammad Khoirus Sholichin menyembunyikannya di bawah kasur tempat tidur.
Antara Muchammad Khoirus Sholichin dengan Mayga Triya Wanda Ayu saling cekcok. Mayga Triya Wanda Ayu menanyakan dimana kuncinya, dan mengatakan bisa keluar meskipun tidak ada kuncinya.
Mayga Triya Wanda Ayu lalu berusaha keluar kamar kos dengan melewati jendela kamar kos. Ketika kaki kiri Mayga Triya Wanda Ayu menaiki jendela kamar kos, Muchammad Khoirus Sholichin langsung memiting leher Mayga Triya Wanda Ayu.
Mayga Triya Wanda Ayu memberontak, sehingga Muchammad Khoirus Sholichin dengan tangan kanan menarik leher Mayga Triya Wanda Ayu dari belakang yang membuat Mayga Triya Wanda Ayu terjatuh ke belakang dan kepala belakangnya terbentur lantai. Setelah itu Mayga Triya Wanda Ayu duduk lalu berdiri dan masih berusaha keluar dari kamar kos.
Mengetahui itu, Muchammad Khoirus Sholichin mencegah Mayga Triya Wanda Ayu dengan ikut berdiri. Kemudian Muchammad Khoirus Sholichin menendang kaki Mayga Triya Wanda Ayu sebelah kiri menggunakan kaki kanan Muchammad Khoirus Sholichin sebanyak 1 kali yang membuat Mayga Triya Wanda Ayu terjatuh.
Pada saat Mayga Triya Wanda Ayu dalam posisi jatuh, Muchammad Khoirus Sholichin kembali menendang korban menggunakan kaki kanan sebanyak 1 kali mengenai sekitar sisi luar lengan atas bagian kiri Mayga Triya Wanda Ayu.
Dalam posisi Mayga Triya Wanda Ayu dan Muchammad Khoirus Sholichin sama-sama duduk di atas kasur, Muchammad Khoirus Sholichin merangkul Mayga Triya Wanda Ayu dari belakang sambil mengatakan, “Lek pingin pulang besok pagi ae tak anter. Ojo yahmene” (Kalau ingin pulau besok pagi saja saya antar. Jangan sekarang).
Mayga Triya Wanda Ayu menjawab, “Ora” (tidak) sambil menyikut-nyikut Muchammad Khoirus Sholichin.
Mayga Triya Wanda Ayu berusaha melepaskan diri dari rangkulan/ dekapan Muchammad Khoirus Sholichin, kemudian Muchammad Khoirus Sholichin menyikut Mayga Triya Wanda Ayu menggunakan sikut tangan kanan sebanyak kurang lebih 3 kali yang mengenai sekitar pundak sebelah kanan Mayga Triya Wanda Ayu, sekitar lengan sebelah kiri Mayga Triya Wanda Ayu, dan sekitar pinggang sebelah kiri Mayga Triya Wanda Ayu.
Muchammad Khoirus Sholichin mendorong dahi Mayga Triya Wanda Ayu dengan tangan kanan sambil mengatakan, “Udah uwis ojo kayak gitu” (Sudah sudah jangan seperti begitu).
Tidak lama kemudian, tiba-tiba nafas Mayga Triya Wanda Ayu tersengal-sengal (seperti penyakit asma/ trigger korban kambuh). Lalu Muchammad Khoirus Sholichin berbaring dan mengatakan “Sesok elo” (Besok saja lo).
Tetapi Mayga Triya Wanda Ayu menolak dan tetap meminta pulang pada saat itu. Mendengar itu, Muchammad Khoirus Sholichin emosi dan menyepak menggunakan punggung kaki kanan Muchammad Khoirus Sholichin dengan cukup keras sebanyak 1 kali mengenai sekitaran antara leher dan dada Mayga Triya Wanda Ayu yang mengakibatkan Mayga Triya Wanda Ayu terjatuh dan terbaring di atas kasur. Kemudian Mayga Triya Wanda Ayu tidak sadarkan diri/ pingsan dengan nafas yang tersengal-sengal.
Muchammad Khoirus Sholichin menyadari perbuatan Muchammad Khoirus Sholichin yang menyepak Mayga Triya Wanda Ayu menggunakan punggung kaki kanannya dengan cukup keras sebanyak 1 kali yang diarahkan ke tubuh Mayga Triya Wanda Ayu pada bagian di antara leher dan dada Mayga Triya Wanda Ayu yang merupakan organ vital.
Mayga Triya Wanda Ayu yang pada saat itu dalam kondisi lemah nafasnya tersengal-sengal dapat mengakibatkan bahaya maut. Akibatnya sepakan Muchammad Khoirus Sholichin tersebut, membuat Mayga Triya Wanda Ayu langsung terjatuh dan terbaring di atas kasur dalam kondisi tidak sadarkan diri/ pingsan dengan nafas yang tersengal-sengal.
Sekira pukul 01.30 WIB, mengetahui Mayga Triya Wanda Ayu pingsan di atas kasur dengan nafas yang tersengal-sengal tersebut, Muchammad Khoirus Sholichin menggantikan kaos Mayga Triya Wanda Ayu. Kemudian Muchammad Khoirus Sholichin mencoba untuk membangunkan Mayga Triya Wanda Ayu dengan menggunakan minyak kayu putih, namun Mayga Triya Wanda Ayu tidak ada respon.
Selanjutnya Muchammad Khoirus Sholichin menghubungi tetangga kos untuk meminta bantuan, namun tidak ada respon dari tetangga kos. Kemudian Muchammad Khoirus Sholichin keluar kamar kos dan tidak dapat menemukan satu orangpun.
Muchammad Khoirus Sholichin kembali masuk ke dalam kamar kos, lalu menghubungi teman-temannya berusaha mencari bantuan.
Sekira pukul 02.00 WIB, Monica Mutiara Ardi mendapat kabar dari kakaknya yang bernama Winda, yang pada intinya meminta Monica Mutiara Ardi untuk mendatangi Mayga Triya Wanda Ayu di kamar kosnya karena kakak Monica Mutiara Ardi tersebut mendapat kabar dari Muchammad Khoirus Sholichin melalui telepon yang mengatakan Mayga Triya Wanda Ayu baru saja minum-minuman keras dan tidur tidak bisa dibangunkan.
Sekira pukul 02.30 WIB, Monica Mutiara Ardi dan Nova Cahyani datang di kamar kos Mayga Triya Wanda Ayu dan bertemu Muchammad Khoirus Sholichin. Monica Mutiara Ardi menanyakan kepada Muchammad Khoirus Sholichin mengenai bagaimana kondisi Mayga Triya Wanda Ayu.
Setelah itu, Monica Mutiara Ardi dan Nova Cahyani masuk ke dalam kamar kos dan melihat korban terbaring di atas kasur dengan posisi terlentang kepala di barat menghadap ke utara. Monica Mutiara Ardi dan Nova Cahyani menghampiri Mayga Triya Wanda Ayu.
Baca juga: Polres Simalungun Tangkap Pelaku Pembunuh Siswi SMP, Motif Uang Aborsi
Monica Mutiara Ardi mencoba membangunkan Mayga Triya Wanda Ayu dengan cara menggerakan pinggang Mayga Triya Wanda Ayu, tetapi Mayga tidak kunjung bangun. Lalu Monica Mutiara Ardi menekan jempol kaki kiri Mayga Triya Wanda Ayu, tetapi Mayga Triya Wanda Ayu tetap tidak kunjung bangun.
Selanjutnya Nova Cahyani meminta Monica Mutiara Ardi mengecek bagian perut Mayga Triya Wanda Ayu, dan Monica Mutiara Ardi mengetahui tidak ada pergerakan. Setelah itu Monica Mutiara Ardi melihat Nova Cahyani sambil mengatakan, “Mbak”.
Nova Cahyani meminta Monica Mutiara Ardi mengecek nafas di hidungnya Mayga Triya Wanda Ayu. Ketika Monica Mutiara Ardi mengecek nafas di hidungnya Mayga Triya Wanda Ayu ternyata, sudah tidak bernafas.
Selanjutnya Nova Cahyani mengatakan, sepertinya Mayga Triya Wanda Ayu sudah tidak ada/ meninggal. Kemudian Monica Mutiara Ardi mencari bantuan dan menjemput Sri Ambarwati dan Mira yang berada di selatan lampu merah Kawi Kota Blitar.
Monica Mutiara Ardi mengajak Sri Ambarwati dan Mira ke kamar kos Mayga Triya Wanda Ayu. Monica Mutiara Ardi juga membangunkan Ainun Agustina yang kamarnya berada di sebelah utara kamar kos Mayga Triya Wanda Ayu.
Monica Mutiara Ardi memberitahukan kondisi Mayga Triya Wanda Ayu kepada Ainun Agustina. Selanjutnya Monica Mutiara Ardi kembali ke kamar kos Mayga Triya Wanda Ayu.
Kemudian Monica Mutiara Ardi, Nova Cahyani, dan Sri Ambarwati cekcok dengan Muchammad Khoirus Sholichin, yang pada intinya apa penyebab Mayga Triya Wanda Ayu seperti itu.
Pada awalnya Muchammad Khoirus Sholichin tidak mengakui telah melakukan kekerasan terhadap Mayga Triya Wanda Ayu. Ketika ada Sinta Kusuma Mawarni yang merupakan tetangga kos Mayga Triya Wanda Ayu (kamarnya mepet/ berada tepat di sebelah utara kamar Mayga Triya Wanda Ayu) keluar dari dalam kamar kosnya dan mengatakan kalau tadi sekira pukul 00.30 WIB, Sinta Kusuma Mawarni mendengar ada suara yang berbunyi “dak dok” kemudian “brak brok” lalu hening sebentar dari dalam kamar nomor 5 (kamar kos korban).
Muchammad Khoirus Sholichin akhirnya mengakui kalau sebelumnya Muchammad Khoirus Sholichin dan Mayga Triya Wanda Ayu minum-minuman keras di dalam kamar kos. Kemudian sempat bertengkar/ cekcok yang membuat Mayga Triya Wanda Ayu ingin pergi keluar dari kamar kos melalui jendela kamar. Saat itulah, Muchammad Khoirus Sholichin menarik Mayga Triya Wanda Ayu dari belakang hingga Mayga Triya Wanda Ayu terjatuh ke belakang dan kepala belakangnya membentur lantai. Tidak lama kemudian, Mayga Triya Wanda Ayu tidak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian, ibu pemilik rumah kos datang dan meminta Muchammad Khoirus Sholichin menghubungi petugas Palang Merah Indonesia (PMI). Muchammad Khoirus Sholichin menghubungi pihak PMI.
Sekira pukul 04.00 WIB, petugas PMI Pusat Kota Blitar datang di lokasi kejadian dengan menggunakan mobil Ambulance. Luthfi Nur Azizah yang merupakan relawan PMI Pusat Kota Blitar kemudian menghampiri Mayga Triya Wanda Ayu yang terbaring di atas kasur kamar kosnya, lalu melakukan pengecekan dan mendapati kondisi Mayga Triya Wanda Ayu sudah tidak ada detak nadi dan tidak ada nafas serta gerakan dadanya juga sudah tidak ada.
Selanjutnya Mayga Triya Wanda Ayu dibawa ke RSK Budi Rahayu Blitar dengan menggunakan mobil Ambulance.
Sesampainya di UGD RSK Budi Rahayu Kota Blitar, Mayga Triya Wanda Ayu dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia sebagaimana Visum Et Repertum yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Alan Darma Saputra selaku dokter pada RSK Budi Rahayu Blitar yang memeriksa Mayga Triya Wanda Ayu, dengan kesimpulan pada 20 Agustus 2025 jam 04.14 WIB, menyatakan pasien seorang wanita berusia dua puluh lima tahun datang ke Instalansi Gawat Darurat Rumah Sakit Budi Rahayu Blitar dalam keadaan sudah meninggal dunia tanpa diketahui penyebab yang jelas.
Selanjutnya telah dilakukan otopsi terhadap jenazah Mayga Triya Wanda Ayu sebagaimana tertuang di dalam Visum Et Repertum Nomor : R/8969/VIII/RES.1.6./2025/Biddokes tanggal 20 Agustus 2025 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr Tutik Purwanti, Sp. FM selaku dokter pada BIDDOKKES Polda Jawa Timur, telah melakukan pemeriksaan pada Rabu, 20 Agustus 2025 pukul 13.30 WIB bertempat di ruang Forensik RSUD Mardi Waluyo, telah melakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam (otopsi) mayat dengan identitas Mayga Triya Wanda Ayu, dengan kesimpulan :
Jenazah Perempuan, usia diatas dua puluh lima tahun, panjang badan seratus enam puluh tiga sentimeter, panjang rambut sepuluh sentimeter warna coklat bentuk ikal, kulit sawo matang.
Baca juga: Peristiwa Sebelum Ojol Wanita Dibunuh Terungkap di Pengadilan Negeri Gresik
Pemeriksaan luar dan dalam :
Luka iris pada tangan kiri diakibatkan oleh kekerasan benda tajam.
Luka lecet pada bahu kiri, mata kaki kanan oleh diakibatkan oleh kekerasan benda tumpul.
Luka memar pada dada, lengan kiri atas, lengan kiri bawah, telapak tangan kanan, paha kanan diakibatkan oleh kekerasan benda tumpul.
Ditemukan kuku jari dan bibir berwarna biru, bintik pendarahan selaput lendir kelopak mata menunjukkan kondisi kekurangan oksigen/asfiksia.
Saluran nafas bagian bawah berisi cairan berbau alkohol. Lambung berisi cairan berbau alkohol. Perdarahan pada selaput laba-laba otak.
Didapatkan kandungan alkohol dalam tubuh. Didapatkan tanda pasti persetubuhan berupa sel spermatozoa.
Ditemukan robekan lama pada arah jam enam, dua belas, tiga, dan sembilan dengan warna pucat.
Sebab kematian tertutupnya saluran nafas oleh cairan yang mengakibatkan jatuh pada kondisi kekurangan oksigen.
Berdasarkan keterangan ahli dr Tutik Purwanti, kekerasan yang Muchammad Khoirus Sholichin lakukan terhadap Mayga Triya Wanda Ayu tersebut bisa memicu cairan yang ada di lambung korban naik ke atas/ refluk sampai ke mulut bahkan muntah. Selain itu ditambah dengan riwayat Mayga Triya Wanda Ayu yang sesaat sebelum mengalami kekerasan minum-minuman keras beralkohol bisa meningkatkan cairan lambung Mayga Triya Wanda Ayu tersebut naik ke atas/ refluk.
Dan karena kondisi Mayga Triya Wanda Ayu setelah mengalami kekerasan dari Muchammad Khoirus Sholichin, terbaring dan pingsan, maka Mayga Triya Wanda Ayu tidak dapat muntah/ mengeluarkan cairan tersebut dari mulutnya, sehingga cairan lambung Mayga Triya Wanda Ayu yang naik tersebut kemudian masuk ke dalam saluran napas dan menutupi saluran nafas Mayga Triya Wanda Ayu.
Akibatnya, Mayga Triya Wanda Ayu jatuh pada kondisi kekurangan oksigen hingga akhirnya Mayga Triya Wanda Ayu meninggal dunia.
Akibat perbuatannya itu, Muchammad Khoirus Sholichin diproses hukum. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Blitar pada Senin, 8 Desember 2025, memutuskan Muchammad Khoirus Sholichin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHPidana.
"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 tahun," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Blitar, Ari Kurniawan.
Vonis tersebut lebih dari tuntutan Jaksa, yakni pidana penjara selama 10 tahun. (*)
Editor : Redaksi