Truk Boks Diduga Pengangsu Solar Subsidi Gentayangan di SPBU Krikilan Gresik
Di tengah ancaman krisis minyak bumi setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran, ada persolan yang sulit terentaskan di negeri ini. Yakni makin masifnya pergerakan mafia bahan bakar minyak (BBM) subsidi di dalam negeri khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.
Aparat kepolisian yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas mafia BBM subsidi justru tak berdaya. Mafia BBM subsidi makin merajalela, dan terang-terangan melakukan dugaan penyalahgunaan niaga BBM subsidi jenis Solar.
Pergerakan mafia BBM subsidi jenis Solar terdeteksi di SPBU Krikilan di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Rabu malam, 4 Maret 2026. Pergerakannya senyap, tapi sukses menyedot ratusan hingga ribuan liter Solar untuk sekali beraksi dalam semalam.
Modus operandi dengan menggunakan barcode MyPertamina yang dipadukan dengan plat nomor berjumlah banyak. Setelah 1 plat nomor digunakan untuk pengisian Solar subsidi, setelah itu truk keluar dr SPBU dan sopir mengganti plat nomor lain yang telah disediakan sebelumnya untuk pengisian solar. Begitu seterusnya hingga kuota Solar subsidi yang dibeli dari SPBU Krikilan terpenuhi mencapai ribuan liter.
Pembelian solar subsidi di SPBU dilakukan secara sah, namun melebihi kuota yang ditentukan oleh Pemerintah yang diatur dalam Peraturan Presiden nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Penjelasannya yaitu pembelian Solar subsidi (Biosolar) wajib menggunakan QR Code MyPertamina dengan kuota harian: maksimal 60 liter/hari untuk kendaraan pribadi roda empat, 80 liter/hari untuk angkutan umum/barang roda empat, dan 200 liter/hari untuk kendaraan roda enam ke atas.
Untuk menampung solar subsidi dalam kapasitas hingga ribuan liter dalam sekali operasi, bagian tangki BBM truk boks dimodifikasi menggunakan selang dan pompa yang terhubung dengan tangki kempu yang ditaruh di belakang boks truk.
Trik ini sudah berulangkali dibongkar oleh kepolisian, dan tak sedikit jadi Terpidana. Tapi karena bisnis penyalahgunaan niaga BBM subsidi ini “legit” jadinya tak membuat pelaku lain kapok. Buktinya, sejumlah truk boks yang dikenal dengan julukan “heli” kian masif mencoba mengisi di SPBU Krikilan pada Rabu malam (5/3/2026).
Pantauan wartawan di sekitar SPBU Krikilan pada Rabu malam (5/3/2026), beberapa truk boks yang diduga digunakan sebagai “heli” BBM subsidi tampak terparkir di sekitar SPBU Krikilan. Mereka bersiap untuk melakukan pengisian, namun karena terpantau oleh wartawan, sehingga truk boks tersebut batal melakukan pengisian di SPBU Krikilan.
“Itu yang main Roni. Dia sudah malang melintang di dunia BBM subsidi ini. Selain di SPBU Krikilan, ada beberapa SPBU di Sidoarjo yang jadi langganan penyalahgunaan niaga Solar subsidi ini,” ungkap Suprapto, aktivis sosial dari Gresik yang intens melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah Gresik.
Dia kecewa, karena aparat Kepolisian tidak bertindak meski beberapa kali melaporkan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di SPBU di Gresik.
“Karena lemahnya penegakan hukum oleh Kepolisian terhadap penyalahguna BBM subsidi itu, negara tekor terus untuk mensubsidi BBM,” ujarnya.
Dia akan terus memantau pergerakan para penyalahguna BBM subsidi di Gresik. (*)
Editor : Bambang Harianto