Jalur Ponorogo ke Trenggalek Lumpuh Total Tersumpal Material Longsor

Reporter : Redaksi
Petugas gabungan meninjau longsor di jalur Trenggalek

Jalur Ponorogo ke Trenggalek Lumpuh Total Tersumpal Material Longsor
Terjadi bencana tanah longsor di jalur utama antar Kabupaten Trenggalek - Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa sore (03/03/2026). Di wilayah tersebut kondisi cuaca masih diguyur hujan hingga malam hari. 

Material bebatuan besar setinggi 4 meter yang menyumpal jalur di titik longsor di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, itu mengakibatkan arus lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun empat, mengalami kelumpuhan total.

Baca juga: Hujan Deras dan Tebing Longsor, Jalur Trenggalek Ponorogo KM 16 Ditutup

Untuk mengantisipasi timbulnya korban, otoritas keamanan setempat menutup sementara jalur keluar masuk antar kabupaten itu. Aparat meminta para pengguna jalan mencari jalur alternatif, mengingat dimungkinkan terjadi longsor susulan di wilayah tersebut.

Para petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Tagana, Search and Rescue (SAR) dan relawan, belum berani melakukan tindakan pembersihan material. Mereka memperkirakan tebing setinggi 30 meter di lokasi kejadian masih labil, berpotensi luruh dan mengancam keselamatan petugas.

"Malam ini petugas belum berani membersihkan material batu, karena tebing masih labil dan sangat rawan terjadi longsor susulan. Terlebih malam ini di lokasi kejadian masih diguyur hujan sedang hingga deras," kata Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Trenggalek menjawab koresponden.

Menurut Pusdalops BPBD Kabupaten Trenggalek, pihaknya bersama aparat keamanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri, melakukan penjagaan yang dibagi dibeberapa titik di area kejadian. Kecuali hanya melakukan penjagaan di titik yang aman, mereka sepakat tidak melakukan aktivitas pembersihan material.

Baca juga: Tuntas, 6 Korban Material Longsor di Trenggalek Ditemukan Tewas

Sedangkan proses pembersihan material longsor yang menggunung, para petugas telah berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat. Meski demikian, aktivitas dimungkinkan baru akan dimulai keesokan harinya sambil tetap mempertimbangkan cuaca.

"Alat berat akan didatangkan untuk proses pembersihan material longsor," tambah Pusdalops BPBD Kabupaten Trenggalek. 

Dia menginformasikan jalur alternatif yang bisa ditempuh para pengguna jalan, sepeda motor dan mobil kendaraan ringan dari arah Trenggalek bisa belok kiri menuju Desa Nglinggis hingga keluar di sebelah barat Jembatan Gemblung. Namun untuk kendaraan besar tetap tidak diperbolehkan melintas.

Tanah longsor yang dipicu adanya curah hujan yang berlangsung cukup lama itu tidak dilaporkan timbulnya korban jiwa. Fasilitas umum jaringan listrik, telepon maupun bangunan juga tidak terdata rusak sebagai dampak longsor.

Meski begitu, aparat mengimbau masyarakat luas agar tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaannya. (fin)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru