PT Chen Woo Fishery Jayapura Ekspor Tuna Olahan ke Amerika Serikat
Potensi perikanan Papua selama ini kerap terkendala akses pasar. Belum optimalnya jalur ekspor langsung dari daerah membuat hasil perikanan Papua lebih sering keluar daerah sebagai bahan mentah dengan nilai tambah terbatas. Namun kini, ekspor langsung atau direct export dari Jayapura menjadi momentum penting untuk memutus rantai tersebut, membuka akses pasar global, sekaligus memastikan nilai ekonomi yang lebih besar kembali ke Papua.
Langkah nyata terlihat dalam pelepasan ekspor perdana PT Chen Woo Fishery Jayapura di Area Lini I Pelabuhan Jayapura pada Selasa (24/2/2026). Ikan tuna sirip kuning (Yellowfin Tuna) hasil tangkapan nelayan Papua resmi diberangkatkan menuju Los Angeles, Amerika Serikat. Momen ini menjadi tonggak penting karena produk yang diekspor bukan lagi bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tambah tinggi.
Produk yang dikirim meliputi Frozen Yellowfin Tuna Loin CC, Ground Meat, hingga Poke Cube yang telah memenuhi standar ketat pasar Amerika Serikat. Total berat ekspor mencapai 17,8 ton atau setara 3.088 karton, dengan nilai devisa USD 116.994,5. Pengiriman dilakukan berdasarkan PEB Nomor 000083 tanggal 24 Februari 2026 dengan tujuan Los Angeles.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai Jayapura, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, serta Barantin Provinsi Papua. Kolaborasi tersebut memastikan aspek mutu, kesehatan ikan, hingga kelengkapan dokumen berjalan selaras. Pihak PT Chen Woo Fishery pun memberikan apresiasi atas pendampingan intensif seluruh instansi, sehingga ekspor langsung dari Jayapura dapat terlaksana dengan lancar.
Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin mengatakan bahwa pihaknya memastikan setiap tahapan ekspor, mulai dari pemenuhan dokumen hingga prosedur ekspor, dapat dipahami dan dilaksanakan dengan baik oleh pelaku usaha. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara instansi vertikal, pemerintah daerah, dan sektor swasta sangat krusial.
Dengan adanya ekspor langsung, Papua kini resmi berkontribusi nyata dalam data nasional sebagai daerah penghasil devisa ekspor sektor perikanan. Hilirisasi produk perikanan pun diyakini membuka peluang kerja, meningkatkan serapan hasil tangkapan nelayan, serta mendorong perputaran ekonomi lokal. Nilai tambah yang tercipta dari proses pengolahan turut memperkuat struktur industri di daerah dan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ekspor perdana ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekspor berkelanjutan. Dengan pelayanan yang memudahkan dari Bea Cukai dan dukungan pemerintah, pelaku usaha Papua kian percaya diri bersaing di pasar global, sementara masyarakat merasakan langsung manfaat ekonomi dari komoditas unggulan daerahnya. (*)
Editor : S. Anwar