Ekspor Urea China Melonjak pada September 2026

Reporter : Redaksi
Ekspor Urea dari China

China atau Tiongkok mencatatkan rekor ekspor urea sebesar 2,4504 juta ton pada September 2026, meningkat 367,07% dibandingkan Agustus 2026 dan 78,71% secara tahunan (year-on-year). Harga ekspor rata-rata tercatat sebesar $385,55 per ton, turun 7,16% dibandingkan bulan sebelumnya.

Angka utama tersebut memang mengesankan, namun peta tujuan ekspor mengungkapkan cerita yang lebih mendalam.

Baca juga: 30 Ribu Ton Amonia dari China Diekspor ke Maroko

India mendominasi arus ekspor China pada bulan September 2026 dengan menerima 1.592.566 ton, atau 64,99�ri total pengiriman. Brasil menyusul dengan 165.994 ton, sementara Korea Selatan menerima 88.373 ton.

Ketiga tujuan ini secara keseluruhan menyerap 75,37�ri total ekspor China. Afrika Selatan dan Meksiko melengkapi daftar lima besar, yang secara kolektif mencakup 81,25�ri total ekspor, atau sekitar 1,991 juta ton.

India menjadi faktor utama di balik lonjakan ini. Menyusul tender bulan Juli 2026, RCF akhirnya mengonfirmasi pengadaan sebesar 1,78 juta ton, dengan Tiongkok memasok lebih dari 1,5 juta ton di antaranya. Satu tender besar dapat menggerakkan volume produk yang luar biasa dalam waktu singkat—sehingga membuat rekor ekspor bulanan tampak seolah-olah merupakan perubahan struktural, padahal pasar belum sempat mengujinya lebih lanjut.

Kebijakan ekspor Tiongkok pun telah mengalami perubahan. Hingga 30 September 2026, empat putaran kuota ekspor yang diatur secara mandiri telah melampaui 7 juta ton, dibandingkan dengan kurang dari 5 juta ton sepanjang tahun 2025. Namun, kuota hanyalah izin di atas kertas, bukan berarti barang telah benar-benar dimuat ke kapal dan meninggalkan pelabuhan. 

Baca juga: United Capital Fertilizer Bangun Pabrik Pupuk di Zambia

Pemeriksaan bea cukai, penjadwalan di pelabuhan, serta prioritas pemerintah untuk menjaga stok domestik selama musim dingin terus memengaruhi laju pengiriman aktual.

Data perdagangan menegaskan besarnya skala pergerakan ini: sebanyak 2,4344 juta ton, atau 99,35�ri total ekspor bulan September, dikirim melalui skema perdagangan umum (general trade). Beijing, Hubei, dan Sichuan secara keseluruhan mencatatkan volume sebesar 981.200 ton, yang mewakili 40,04�ri total keseluruhan.

Bulan Oktober 2026 berpotensi menghadirkan program ekspor besar lainnya, dengan estimasi pasar memperkirakan volume pengiriman mencapai 1,2–1,7 juta ton. Sementara itu, tender IPL terbaru dari India menargetkan 1,7 juta ton. Penawaran awal terendah berada di angka $352,10/ton CFR untuk wilayah pantai timur dan $356,25/ton CFR untuk wilayah pantai barat, yang hanya mencakup 410.000 ton. Para pemasok tidak memberikan komitmen tambahan pada tingkat harga penawaran balik tersebut, sehingga realisasi tender jauh di bawah target awal.

Baca juga: Mesir Jajaki Proyek Pupuk Fosfat Bersama Fertiglobe

Di sinilah letak perbedaan yang penting. Bulan September 2026 menunjukkan betapa cepat kargo asal Tiongkok dapat mengubah lanskap pasokan ketika permintaan, harga, dan logistik selaras. Bulan Oktober 2026 menunjukkan bahwa tender dalam jumlah besar sekalipun tidak menjamin pemasok Tiongkok akan menerima harga yang diajukan pembeli. Kapasitas ekspor dan bisnis ekspor yang layak secara komersial adalah dua hal yang sangat berbeda.

Tiongkok telah membuktikan kemampuannya untuk mengirimkan volume yang luar biasa ketika kondisi mendukung. Namun, belum terbukti apakah volume tersebut dapat dipertahankan dari bulan ke bulan. 

Selama volume pengiriman belum secara konsisten menyamai skala kuota yang ditetapkan, pasar harus berhati-hati agar tidak menyamakan rekor dalam data bea cukai dengan perubahan permanen dalam peran Tiongkok sebagai pemasok urea. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru