Ario Anindito, Ilustrator Indonesia di Balik Komik Star Wars

Reporter : Redaksi
Ario Anindito

Di balik megahnya visual komik-komik pahlawan super dunia, ada goresan jemari anak bangsa yang diakui secara global. Ario Anindito, komikus kelahiran Bandung, 30 September 1984, sukses menembus dua raksasa industri komik dunia, Marvel dan DC Comics. Salah satu pencapaian tertingginya di kancah internasional adalah dipercaya menjadi ilustrator utama sekaligus co-creator untuk salah satu proyek paling bergengsi milik Lucasfilm, yakni seri komik Star Wars : The High Republic.

Kecintaan Ario pada dunia komik sudah tumbuh sejak ia masih berusia enam tahun. Menariknya, ia sempat menempuh jalur akademis di Jurusan Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung dan lulus pada tahun 2007. Pendidikan arsitektur yang melatih kepekaan terhadap ruang dan perspektif ini di kemudian hari justru menjadi modal berharga yang memperkuat kekuatan visual dalam setiap panel komik yang digambarnya.

Pintu gerbang menuju industri komik global terbuka bagi Ario pada tahun 2010 saat bakatnya dilirik oleh agensi Tomato asal Italia yang kemudian memperkenalkannya kepada DC Comics untuk menggarap seri The Red Hood and the Outlaws. Setelah dua tahun bersama DC, Ario mendapat undangan prestisius untuk bergabung dengan Marvel Comics, di mana ia dipercaya menggarap visual untuk karakter legendaris seperti Wolverines, Secret Wars, Agents of S.H.I.E.L.D., hingga Venom.

Puncak pencapaian karier internasional Ario terjadi ketika Marvel dan Lucasfilm menunjuknya terlibat dalam ekspansi saga legendaris Star Wars. Bekerja sama dengan penulis kawakan Cavan Scott, Ario memegang peran krusial sebagai co-creator dan penciller (ilustrator pensil utama) untuk seri Star Wars: The High Republic.

Di sini, Ario tidak sekadar menggambar karakter yang sudah ada, melainkan ikut merancang dan melahirkan karakter-karakter baru dari nol yang kini resmi menjadi bagian dari linimasa resmi (canon) semesta Star Wars. Proyek ini mendulang sukses luar biasa secara komersial, di mana edisi pertamanya dilaporkan langsung ludes terjual hingga lebih dari 200.000 eksemplar di pasar internasional. Melalui komitmen dan konsistensinya, Ario Anindito telah membuktikan bahwa talenta kreatif Indonesia mampu menjadi penentu arah visual di industri hiburan nomor satu dunia. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru