Soleh Solahuddin Begawan Pertanian Institut Pertanian Bogor

Reporter : Redaksi
Prof. Dr. Ir. Soleh Solahuddin

Panggung pembangunan sektor agraria dan dunia akademik Indonesia mencatat nama Prof. Dr. Ir. Soleh Solahuddin sebagai salah satu figur visioner yang berdedikasi tinggi. Pria kelahiran 12 April 1944 ini merupakan seorang pakar pertanian terkemuka yang pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia ke-21 di bawah pemerintahan Presiden B.J. Habibie.

Sepanjang hidupnya, ia konsisten mendedikasikan ilmu dan pemikirannya untuk kemajuan dunia pendidikan tinggi serta ketahanan pangan nasional sebelum akhirnya berpulang pada 17 November 2014 dalam usia 70 tahun.

Baca juga: PT Export Tani Nusantara Ekspor 36 Ton Biji Pinang ke Bangladesh

Tiga Dekade Lebih Mengabdi sebagai Pendidik di IPB

Karier Soleh Solahuddin sejatinya berakar kuat di dunia akademis. Langkahnya sebagai seorang pendidik dimulai sejak tahun 1972, ketika ia resmi mengajar sebagai dosen di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Profesinya sebagai dosen dan Guru Besar di IPB ini ia jalani dengan penuh kesetiaan selama 36 tahun hingga memasuki masa purnatugas pada tahun 2008. Jiwa akademisnya tak pernah luntur; bahkan setelah menyelesaikan tugas-tugas kenegaraan di ibu kota, ia memilih kembali ke kampus untuk membagikan ilmunya kepada generasi muda.

Kepemimpinan Lintas Kampus: Dari Kendari hingga Memimpin Almamater

Keandalan Soleh Solahuddin dalam memimpin institusi pendidikan membuatnya dipercaya menakhodai dua universitas besar di wilayah yang berbeda:

Rektor Universitas Halu Oleo (1990–1996): Ia bertolak ke Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk memimpin universitas tersebut selama enam tahun dan membawa pengaruh positif bagi perkembangan pendidikan di wilayah Indonesia Timur.

Baca juga: Irwandi Jaswir, Urang Minangkabau yang Jadi Ilmuwan Halal Dunia

Rektor IPB (1996–1998): Setamat masa jabatannya di Kendari, ia kembali ke almamaternya di Bogor setelah mendapat kepercayaan dan dimutasi untuk menjabat sebagai Rektor IPB.

Di samping kesibukannya mengelola kampus, intelektualitas dan kepedulian sosialnya juga membawa Soleh aktif dalam organisasi kemasyarakatan, salah satunya dengan mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) untuk daerah Lampung.

Dipanggil Presiden Habibie Jadi Menteri di Tengah Masa Jabatan Rektor

Kepemimpinannya di IPB terpaksa berjalan lebih singkat dari periode yang seharusnya. Di tengah masa jabatannya sebagai Rektor, badai reformasi melanda politik nasional yang berujung pada transisi kepemimpinan negara.

Pada 23 Mei 1998, Presiden B.J. Habibie memanggil Soleh Solahuddin untuk masuk ke dalam jajaran Kabinet Reformasi Pembangunan sebagai Menteri Pertanian. Ia mengawal sektor pangan dan pertanian Indonesia di masa-masa sulit transisi ekonomi hingga 20 Oktober 1999, sebelum akhirnya posisi tersebut digantikan oleh Muhammad Prakosa pada masa pemerintahan berikutnya.

Pengalaman di Dunia Korporasi

Selain menonjol di bidang akademik dan pemerintahan, kapasitas manajemen yang dimiliki Soleh Solahuddin juga diakui di sektor industri nasional. Di luar lingkungan kampus, ia sempat diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk menduduki posisi strategis sebagai direktur di salah satu BUMN, PT Semen Baturaja, selama enam tahun dari tahun 1993 hingga 1999.

Perjalanan hidup Prof. Soleh Solahuddin merajut kisah tentang seorang ilmuwan sejati. Dari ruang kuliah di Bogor, ruang rektorat di Kendari, hingga meja kerja kementerian, ia meninggalkan warisan berharga berupa pemikiran agraria dan cetak biru pendidikan yang kokoh bagi kemajuan bangsa. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru