Rekam jejak profesional Dr. (H.C.) Yusra Khan, S.H., menjadi bukti nyata bagaimana kepiawaian berdiplomasi di panggung dunia dapat bertransisi menjadi kontribusi besar bagi ketahanan dalam negeri. Dikenal luas sebagai diplomat karier senior, putra lulusan Universitas Andalas ini kini memegang peran strategis dalam merumuskan kebijakan energi dan lingkungan hidup di tanah air.
Sejak 8 Januari 2021, Yusra Khan resmi mengemban amanah sebagai anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia (DEN RI) dari unsur Pemangku Kepentingan Lingkungan Hidup untuk periode 2020–2025. Di lembaga ini, ia membawa perspektif global untuk menyelaraskan kebutuhan energi nasional dengan keberlanjutan lingkungan.
Berawal dari Hukum Internasional Universitas Andalas
Fondasi intelektual Yusra Khan di dunia hubungan internasional dibangun saat ia menempuh pendidikan tinggi di Sumatra Barat. Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) dengan spesialisasi Hukum Perdata Internasional.
Berbekal ilmu hukum yang kuat, ia menapaki karier di Kementerian Luar Negeri dan sempat dipercaya menduduki posisi penting sebagai Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Departemen Luar Negeri (kini Kemlu).
Melanglang Buana dari Markas PBB hingga Meksiko
Karier diplomasi Yusra Khan di kancah internasional terbilang sangat cemerlang. Ia pernah memegang posisi krusial di New York sebagai Kuasa Usaha ad interim sekaligus Deputi Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kepemimpinannya diakui dunia ketika pada Januari 2012, Yusra terpilih sebagai Wakil Presiden Dewan Eksekutif untuk tiga lembaga besar PBB sekaligus, yaitu:
United Nations Development Programme (UNDP)
United Nations Population Fund (UNFPA)
United Nations Office for Project Services (UNOPS)
Dalam peran tersebut, ia berdiri tegap mewakili dan menyuarakan kepentingan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik. Setelah menyelesaikan tugasnya di PBB, benua Amerika menjadi pelabuhan diplomatik berikutnya. Ia dilantik menjadi Duta Besar Luar Besar dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Meksiko, merangkap Belize, El Salvador, dan Guatemala, yang dijabatnya sepanjang tahun 2014 hingga 2018.
Kombinasi matang antara pemahaman hukum internasional, jaringan global di PBB, serta kepeduliannya pada isu lingkungan kini menjadikannya sebagai salah satu tokoh penting yang mengawal arah kebijakan energi bersih dan masa depan lingkungan Indonesia di Dewan Energi Nasional. (*)
Editor : Bambang Harianto