7 Tempat di Pulau Jawa Hasil Meminjam Nama dari Anakbenua India

Reporter : Redaksi
Tugu Yogyakarta

Penelusuran Departemen Riset Ullen Sentalu mengidentifikasi 7 tempat di Pulau Jawa bertoponim dipinjam dari Anakbenua India dan sekitarnya.

Toponim impor dari Asia Selatan ini merupakan jejak nyata Indianisasi atau pengaruh peradaban India di Pulau Jawa, khususnya pada 1.100 sampai dengan 1.500 tahun eksisnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Menurut Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya 3 : Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris, hal tersebut merupakan petunjuk pernah adanya upaya menghadirkan ulang atau mencipta padanan geografi Asia Selatan di Jawa.

Baca juga: IDI Siagakan Dokter untuk Penanganan Korban Bencana Erupsi Gunung Marapi

YOGYAKARTA

Yogyakarta merupakan nama kota sekaligus provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdiri pada tahun 1755, lahir sebagal hasil Perjanjian Giyanti.

Nama Yogyakarta dipilih oleh Pangeran Mangkubumi. Yogya diyakini merupakan serapan dalam bahasa Jawa dari Ayodhya.

Di India, terdapat kota bernama Ayodhya yang telah dikenal sejak sekitar tahun 400 Masehi. Ayodhya berada di negara bagian Uttar Pradesh.

IMOGIRI

Imogiri (Astana Pajimatan Imogiri) merupakan kompleks pemakaman para raja Dinasti Mataram Islam. Kompleks ini digunakan sebagai makam raja-raja Mataram sejak pertengahan abad ke-17 Masehi.

Imogiri merupakan karya peninggalan Sultan Agung. Secara administratif berada di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Imogiri berasal dari bentuk baku bahasa Jawa, Himagiri. Himagiri merupakan serapan dari bahasa Sanskerta.

Himagiri bermakna gunung salju atau merujuk pada Pegunungan Himalaya. Dalam tradisi Hindu, Pegunungan Himalaya disakralkan sebagai tempat tinggal Dewa Siwa.

SERAYU

Serayu merupakan sungai yang berhulu di Dataran Tinggi Dieng. Bermuara di Samudera Hindia, wilayah Cilacap. Memiliki panjang sekitar 181 km.

Toponim Serayu merupakan serapan dari nama sungai Sarayu di India dan berasal dari bahasa Sanskerta. Aliran Sungai Sarayu melintasi wilayah Uttarakhand dan Uttar Pradesh di India.

Saat ini, Sarayu menjadi bagian hilir Sungai Ghaghara. Panjang Sarayu sekitar 130 km, sedangkan Sungai Ghaghara memiliki panjang sekitar 1.080 km.

SEMERU

Toponim Semeru berasal dari bahasa Kawi yang berakar dari bahasa Sanskerta, ditafsirkan berarti gunung yang lebih tinggi dari gunung lainnya. Memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur.

Baca juga: Dinas PU Sumber Daya Air Jatim Usul Dana Rp 9,6 Miliar untuk Penanganan Pasca Bencana di Lumajang

Toponim Semeru merupakan pinjaman dari nama Sumeru dalam mitologi Hindu-Buddha. Semeru digambarkan sebagai gunung yang sangat tinggi dan suci.

Di India terdapat gunung bernama Sumeru Parbat. Memiliki ketinggian sekitar 6.350 meter.

Gunung tersebut berada di kawasan Gangotri Glacier, Garhwal Himalaya, Uttarakhand, India.

ABHAYAGIRIWIHARA

Abhayagiriwihara merupakan nama asli Kompleks Percandian Ratu Boko. Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten. Nama tersebut tercantum dalam Prasasti Abhayagiriwihara bertarikh 706 Saka (792 Masehi).

Prasasti merupakan peninggalan Kemaharajaan Medang (Mataram Kuna).

Abhayagiriwihara diketahui berfungsi sebagai biara para pendeta Buddha.

Nama Abhayagiriwihara diduga merupakan toponim pinjaman dari Abhayagiri Vihara di Sri Lanka. Abhayagiri Vihara terletak di Anuradhapura, Sri Lanka.

Vihara tersebut telah ada sejak sekitar abad ke-2 atau ke-1 SM (sebelum Masehi).

"Kesamaan nama menunjukkan adanya pengaruh budaya dan agama Buddha dari Sri Lanka ke Nusantara".

KELING/KALINGGA/HOLING

Catatan Tiongkok Dinasti Tang (618-906 M) menyebut adanya negeri kuno di Jawa bernama Holing. Holing diyakini diucapkan dan ditulis oleh masyarakat Jawa sebagai Kalingga atau Keling.

Wilayah Kalingga diperkirakan membentang dari Pekalongan hingga Jepara/Semenanjung Muria. Jejak nama Kalingga masih terlihat hingga kini melalui Kecamatan Keling di Kabupaten Jepara.

Kalinga merupakan toponim impor yang berasal dari India. Kalinga adalah kerajaan kuno di pesisir timur Semenanjung Anakbenua India.

Wilayahnya berada di antara Sungai Gangga dan Sungai Godavari. Kini kawasan Kalinga mencakup seluruh Odisha dan bagian utara Andhra Pradesh. (*)

*) Source : Departemen Riset Museum Ullen Sentalu

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru