Squirt. Istilah yang identic dengan seksual yang dialami oleh wanita. Squirt dikenal sebagai keluarnya cairan dari kelamin wanita saat berhubungan seksual. Tapi tahukan Anda apa itu Squirt?
Tubagus Siswadi W menjelaskannya. Banyak yang masih bingung, squirt itu sebenarnya urin atau bukan? Mari kita bahas fakta mengenai squirt ini secara medis.
Bagi yang ga tau squirt itu apa, squirt adalah fenomena keluarnya cairan dari saluran kencing wanita dalam jumlah yang cukup banyak saat mencapai puncak gairah seksual atau orgasme.
Squirt tidak sama dengan pipis. Secara penelitian, cairan saat “squirting” itu campuran sebagian memang dari kandung kemih (mirip urin, tapi lebih encer). Ditambah cairan dari kelenjar Skene (paraurethral glands).
Kelenjar ini sering disebut “prostatnya perempuan” karena bisa menghasilkan cairan khas (mengandung PSA – prostate specific antigen). Jadi bukan 100% urin, tapi juga bukan cairan “murni orgasme”.
Kenapa warnanya bening? Karena cairannya lebih terencerkan dibanding urin biasa. Makanya sering terlihat seperti “air” bukan kuning pekat.
Faktor yang mempengaruhi Squirt yaitu :
- Banyak minum, makin bening.
- Kandung kemih tidak penuh, lebih encer.
- Campuran cairan Skene, bikin beda komposisi.
Kenapa rasanya bisa beda? Ini yang banyak bikin orang bingung. Karena komposisinya beda.
Urin: banyak urea dan sisa metabolism.
Squirt : ada tambahan protein dan enzim dari kelenjar Skene.
Makanya secara biologis, profil kimianya beda dengan rasa dan bau bisa beda.
Ini banyak ditanyakan, apakah semua perempuan bisa squirt? Tidak. Ada yang bisa, tergantung stimulasi dan anatomi. Ada yang tidak, normal.
Ini bukan “standar kepuasan” atau ukuran performa. Jadi siapa disini masih menganggap squirt itu = pipis ?
Editor : S. Anwar