Diusir dari Indonesia, Adrian Zecha Justru Jadi Raja Hotel Mewah

Reporter : M Ruslan
Adrian Zecha

Kisah ini menjadi pelajaran mahal pendiri Aman Resorts untuk Chief Execuitve Officer (CEO) yang ingin scale up global. 

Pernah denger Hotel Amanjiwo? Resor super mewah di Kabupaten Magelang ini cuma satu dari 35 properti Aman Group yang tersebar di 20 negara.

Tarifnya fantastis, bisa tembus ratusan juta rupiah per malam. Tapi, tahukah Anda? Kerajaan bisnis global ini didirikan oleh pria kelahiran Sukabumi : Adrian Zecha.

Lahir Kaya, Terpaksa Angkat Kaki

Adrian Zecha lahir dari keluarga terpandang (Lauw-Zecha) pada tahun 1933. Ayahnya adalah lulusan pertama lowa University dari Indonesia. Namun, nasib berbalik saat nasionalisasi perusahaan swasta (1956-1957). Bisnis keluarga diambil alih, dan sentimen anti-non-pribumi memuncak. Mau tidak mau, keluarganya harus hengkang ke Singapura.

Jurnalis Jadi Pebisnis

Di saat keluarganya mengungsi, Pak Adrian bekerja sebagai Jurnalis Majalah Time di New York. Pekerjaan ini membuatnya keliling dunia dan melihat celah di industri wisata.

Tahun 1972, ia mulai terjun membangun Regent International Hotels. Tapi, ia merasa ada yang kurang dengan konsep hotel mewah di era itu.

Crazy Strategy

Saat hotel lain berlomba bikin gedung raksasa, Adrian Zecha justru ingin sebaliknya : Kecil, Intim, dan Eksklusif.

Adrian Zecha ingin hotel yang isinya kurang dari 50 kamar, lokasi terpencil, dan tidak merusak alam. Menurut standar saat itu, ini GILA.

Tahun 1987, Adrian Zecha nekat membangun Amanpuri di Phuket, Thailand, dengan konsep tersebut. Ternyata hasilnya sukses besar.

Membangun Standar Baru

Dari satu hotel di Phuket, Adrian Zecha melakukan ekspansi agresif yang terukur. Lahirlah Amanjiwo, Amankila, dan puluhan resor lainnya.

Kuncinya bukan sekadar mewah, tapi positioning yang sangat kuat. Adrian Zecha menciptakan pasar sendiri di mana isinya adalah orang-orang yang rela membayar mahal untuk sebuah "kedamaian" (arti kata Aman).

Product & Market Fit

Adrian Zecha tidak sembarangan scale up. la memastikan :

1. Market Size: Menargetkan segmen ultra-high-net-worth yang belum terlayani.

2. Product Strategy: Produknya sulit ditiru (barrier to entry tinggi).

Inilah fondasi yang membuat bisnis bisa bertahan puluhan tahun dan bernilai triliunan rupiah. (*)

*) Source : CEO Insight

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru