Rekam Jejak Andi Nurpati dari Aktivis Muhammadiyah hingga Srikandi KPU

Reporter : Redaksi
Andi Nurpati

Nama Dr. Andi Nurpati Baharuddin, atau yang lebih populer disapa Andi Nurpati, bukanlah nama baru dalam panggung elektoral dan politik nasional. Lahir di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada 2 Juli 1966, perempuan tangguh ini dikenal memiliki rekam jejak yang sangat berwarna : melintasi dunia akademis, aktif di organisasi keagamaan besar, mengawal pemilu sebagai komisioner, hingga akhirnya berlabuh di partai politik.

Fondasi Akademis dan Akar Aktivisme Muhammadiyah

Baca juga: Guntur Sasono Serap Aspirasi Masyarakat di Desa Trawas

Lahir dan besar di tanah Sulawesi, Andi Nurpati sejak muda telah menunjukkan ketertarikan yang besar pada dua bidang: pendidikan dan organisasi. Minatnya pada dunia literasi dan kependidikan membawanya menjadi akademisi di berbagai kampus Islam terkemuka.

Tercatat, Andi pernah mengabdikan ilmunya sebagai dosen luar biasa di beberapa universitas, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Lampung, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Bandar Lampung.

Di luar ruang kuliah, jiwa kepemimpinannya ditempa melalui jalur organisasi yang kuat. Sejak masih duduk di bangku sekolah, ia sudah aktif di ranah pergerakan. Andi Nurpati mematangkan karakter kepemimpinannya di bawah payung organisasi otonom Muhammadiyah, dengan menduduki berbagai posisi strategis, antara lain:

Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM).

Aktif di jajaran Senat Mahasiswa dan Nasyiatul Aisyiyah.

Baca juga: Muhammad Soleh Gelar Reses di Desa Randubango

Ketua Lembaga Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Lampung.

Meniti Karier Pengawal Pemilu dari Daerah ke Pusat

Keterlibatannya yang intens dalam isu-isu hukum dan hak asasi manusia membawa Andi Nurpati masuk ke dalam sistem pengawasan pemilu. Kiprahnya di dunia kepemiluan dimulai dari level daerah ketika ia bergabung menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Provinsi Lampung pada Pemilu 2004.

Setahun kemudian, loyalitas dan integritasnya membuat ia dipercaya memegang tongkat komando sebagai Ketua Panwas Pilkada Kota Bandar Lampung (2005). Dedikasinya terhadap isu demokrasi juga diwujudkan dengan aktif sebagai Sekretaris Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Lampung serta menjadi anggota Perludem Pusat pada rentang tahun 2004 hingga 2008.

Baca juga: Donor Hati Untuk Andi Arief Telah Ditemukan

Puncak kariernya di dunia elektoral diraih ketika ia berhasil menembus seleksi nasional dan terpilih sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Posisi ini menempatkannya di episentrum penataan demokrasi nasional, mengawal jalannya pesta demokrasi di seluruh penjuru tanah air.

Babak Baru: Menyeberang ke Panggung Politik Praktis

Setelah menuntaskan kiprahnya sebagai penyelenggara pemilu yang independen, Andi Nurpati mengambil langkah besar yang mengejutkan publik pada tahun 2010. Ia secara resmi menyeberang ke ranah politik praktis dengan bergabung menjadi kader Partai Demokrat.

Langkah berani ini menandai babak baru dalam karier politisnya, di mana ia bertransformasi dari seorang pengawal aturan pemilu menjadi seorang politikus yang ikut bertarung dan merumuskan kebijakan politik di bawah bendera partai berlambang bintang mercy tersebut. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru